Aktivis pertanyakan marwah pemerintah daerah di tengah penyaluran bansos Rp 30 Miliar
![]() |
| Diduga surat Pemkab Lotim yang beredar |
Peristiwa ini langsung menuai sorotan dari kalangan aktivis pergerakan di Bumi Patuh Karya.
“Heran kita Pemkab Lotim sedang salurkan bansos tapi pada sisi lain beredar surat Pemkab Lotim minta infaq/shadaqah kepada pihak luar,” kata Aktivis Lotim, Yustika Mukmin.
Ia menilai seharusnya pemerintah daerah fokus memastikan bansos tepat sasaran, bukan malah mencari sumbangan dari pihak luar. Menurutnya, langkah tersebut dapat menimbulkan pertanyaan publik terkait marwah pemerintah daerah.
“Seharusnya Pemkab Lotim fokus dengan pembagian bansos itu, bukan malah sibuk lagi mencari sumbangan,” ujarnya.
Aktivis lain juga menegaskan bahwa Pemkab Lotim seharusnya berperan sebagai pemberi bantuan, bukan meminta bantuan kepada swasta dengan alasan kepentingan masyarakat.
“Kalau pihak lembaga sosial minta sumbangan infaq dan shadaqah wajar, tapi ini Pemkab Lotim meminta sumbangan itu yang tidak wajar,” tukasnya.
Sorotan publik atas surat tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai tata kelola pemerintahan dan persepsi masyarakat terhadap kredibilitas Pemkab Lotim. (NTBPost/Rizal.)

Komentar0