Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Rapimnas dan HUT ke-9 SMSI Sampaikan Sikap Terkait Perjanjian Dagang RI–AS

 Desak perlindungan karya jurnalistik dan kedaulatan digital

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)
JAKARTA, NTBPOST.COM — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 di Millennium Hotel Sirih Jakarta, Jumat–Sabtu (6–7/3/2026).

Kegiatan yang dihadiri pimpinan SMSI dari berbagai provinsi menghasilkan pernyataan sikap organisasi terkait Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya sektor perdagangan digital dan teknologi. Pernyataan sikap dibacakan oleh Sihono HT, Ketua Dewan Penasihat SMSI DIY, sebagai penutup rangkaian Rapimnas.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, menegaskan Rapimnas digelar untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi menghadapi dinamika industri media digital.

“Rapimnas ini merupakan panggilan bagi SMSI untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Firdaus.

Dalam pernyataan resminya, SMSI memandang ART sebagai realitas geopolitik global yang harus disikapi strategis. Posisi tawar Indonesia dinilai masih di bawah Amerika Serikat sehingga peluang renegosiasi kecil. Namun, perjanjian dagang yang ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari 2026 di Washington, D.C. disebut dapat menjadi momentum memperkuat kedaulatan digital nasional.

SMSI juga menyoroti lemahnya perlindungan karya jurnalistik di Indonesia yang kerap diambil ulang oleh platform digital tanpa konsekuensi hukum. Berdasarkan masukan dari 35 Ketua SMSI provinsi, organisasi menyampaikan tiga poin sikap:

  1. Mendesak pemerintah bersama DPR RI merancang regulasi tentang kedaulatan digital.
  2. Mendorong pembangunan infrastruktur teknologi digital untuk mempercepat kemandirian.
  3. Mengusulkan integrasi media layanan publik dalam satu platform digital untuk meningkatkan daya saing pers nasional.

Pernyataan sikap ditandatangani Ketua Umum SMSI Firdaus dan Sekjen Makali Kumar, dengan tim perumus Sihono HT, Erris Julietta Napitupulu, Mahmud Matangara, dan Sokip.

Firdaus menambahkan, SMSI lahir sebagai rumah bersama bagi media startup dan lokal yang banyak didirikan wartawan profesional terdampak PHK.

“Ada wartawan yang akhirnya membuka usaha kecil seperti menjadi tukang bakso. Padahal kemampuan mereka sebagai jurnalis jauh lebih bermanfaat untuk memberikan kontribusi kepada pemerintah, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan SMSI selama sembilan tahun tidak mudah. Organisasi yang menaungi ribuan perusahaan media siber menghadapi tantangan internal maupun eksternal, terutama keterbatasan SDM dan finansial.

“Rapimnas ini menjadi forum strategis untuk mengambil keputusan dan menyatakan sikap terkait ART serta masa depan perusahaan pers startup di bawah naungan SMSI,” pungkas Firdaus. (NTBPost/Red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.