Idulfitri untuk ribuan warga binaan; kegiatan dirangkaikan dengan buka puasa bersama keluarga di Lapas Lombok Barat
![]() |
| Bukber di Lapas kelas IIA Lombok Barat. |
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama menjadi sarana mempererat hubungan antara warga binaan dengan keluarga.
“Ramadan adalah momen yang sangat tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, kami ingin menghadirkan suasana yang hangat sekaligus memberikan semangat bagi warga binaan agar terus menjalani proses pembinaan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan Safari Ramadan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial kepada keluarga warga binaan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral.
Usulan Remisi Nyepi dan Idulfitri
Dalam rangkaian Safari Ramadan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, mengumumkan usulan remisi. Untuk Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026, sebanyak 77 narapidana dewasa diusulkan menerima remisi.
Sedangkan untuk Idulfitri 1447 H, jumlah usulan mencapai 3.086 orang, terdiri dari 3.028 narapidana dewasa dan 58 anak binaan. Usulan ini telah disampaikan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk diverifikasi lebih lanjut.
“Kami bersyukur di NTB tingkat perolehan remisi cukup tinggi. Ini membuktikan program pembinaan di lapas dan rutan berjalan baik, karena syarat utama remisi adalah tidak melakukan pelanggaran disiplin dan mengikuti program pembinaan,” jelas pejabat Kanwil.
Remisi untuk Napi Koruptor dan Kasus Agus Buntung
Pejabat Kanwil menegaskan bahwa remisi merupakan hak setiap narapidana, termasuk kasus korupsi, sepanjang memenuhi syarat sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022.
“Remisi adalah hak warga binaan dengan syarat tertentu. Sepanjang syarat itu terpenuhi, mereka wajib mendapatkannya,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kasus Agus Buntung, salah satu narapidana yang sedang menjalani proses hukum.
“Agus Buntung sudah berstatus narapidana, sehingga memiliki hak yang sama untuk diusulkan remisi sepanjang memenuhi syarat. Namun karena masih ada proses banding atau kasasi, statusnya akan diverifikasi lebih lanjut. Jadi belum tentu langsung dapat, tergantung hasil verifikasi administrasi,” jelasnya.
Pesan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan NTB
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, menegaskan bahwa Safari Ramadan menjadi sarana memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan.
“Momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan hubungan sosial yang positif,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan antara warga binaan dan keluarga dalam momen Ramadan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Selain pemberian remisi, selama Ramadan juga digelar berbagai lomba di lapas sebagai bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan.
Pejabat Kanwil menutup dengan doa dan harapan bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di NTB.
“Kami memohon doa agar seluruh jajaran pemasyarakatan di NTB diberikan kelancaran, keberkahan, dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Melalui Safari Ramadan ini, Kemenkumham NTB menegaskan komitmen menghadirkan layanan pemasyarakatan yang humanis, transparan, dan berorientasi pada pembinaan, sehingga warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik. (NTBPost/Red.)

Komentar0