Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Beredar Video Kepanikan Warga Diduga Diserang Sekelompok Pemuda Bersajam di Batulayar Lombok Barat

Gangster Bersenjata, Polisi Pastikan Penanganan Dengan Tegas

Tangkapan layar video amatir warga
LOMBOK BARAT, NTBPOST.COM — Beredar video kepanikan warga diduga karena sekelompok pemuda membawa senjata tajam, di Jalan Raya Senggigi, tepatnya depan Toko Oleh-oleh Sasaku, Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu, (01/03/2026) dini hari.

Video berdurasi 34 detik yang diterima NTBPost.com melalui pesan WhatsApp memperlihatkan kepanikan warga. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut diduga akibat sekelompok pemuda tak dikenal membawa senjata tajam, kemudian dikejar oleh para pemuda yang kebetulan sedang nongkrong.

Dalam rekaman video tersebut terdengar teriakan histeris seorang wanita dari dalam warung, sementara sebuah mobil hitam berhenti mendadak untuk menghindari kerumunan pemuda yang berlarian, usai mengejar para terduga pelaku.

Tulisan keterangan video itu menyebutkan: “Assalamualikum wr.wb sekedar info batur, ndak sugul begelamang tampa tujuan, aku baruk te uber sik sekumpulan anak muda atau sering di sebut GANGSTER, pas jak jok telage, hati‑hati ye jauk senjate tajem celurit, klewang kance panak.”

Warga mengaku resah dengan kejadian serupa yang hampir terjadi setiap malam di lokasi berbeda. 

“Hati-hati hampir tiap malam, kejadian berpindah-pindah lokasi, bergerombol bawa sajam,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Bahkan salah seorang warga Mataram yang bekerja di senggigi juga mengaku dari dulu ketika pulang kerja kerap mendapati peristiwa saling serang kelompok anak muda membawa senjata, mulai dari kayu hingga benda tajam lain, yang ironinya selalu terjadi ketika bulan Ramadhan.

“Dari dulu setiap bulan puasa suka ada perang anak muda, kadang sering sekali saya ketemu sepulang kerja di bawah Alberto itu. Mereka pakai sajam kayu dan lain-lain. Kadang saya tunggu polisi dulu ngamanin, baru berani pulang,” akunya.  

Pihak kepolisian mengaku telah menerima laporan melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 03.50 WITA. Personel Polsek Batulayar langsung bergerak ke lokasi. Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat langsung direspons secara serius.

“Kami menerima informasi mengenai adanya indikasi kerumunan pemuda yang diduga membawa senjata tajam dan meresahkan warga di kawasan Senteluk. Menindaklanjuti hal tersebut, kami segera bergerak melakukan pengecekan TKP untuk memastikan situasi yang sebenarnya,” ujarnya pada Minggu siang melalui keterangan tertulis.

Setibanya di lokasi, polisi melakukan penyisiran dan pemeriksaan badan serta kendaraan terhadap sejumlah pemuda yang berkumpul. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya senjata tajam seperti yang dilaporkan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam di lokasi, kami tidak menemukan adanya pemuda yang membawa senjata tajam. Sebagian besar dari mereka hanya berkumpul setelah sahur. Meski demikian, kami tetap memberikan edukasi dan imbauan agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keresahan warga,” tambah Kapolsek Batulayar.

Situasi di sepanjang Jalan Raya Senggigi dan Desa Senteluk kemudian dilaporkan aman dan terkendali. Aparat memastikan akan terus melakukan patroli rutin di titik-titik rawan untuk menjamin kenyamanan masyarakat dan wisatawan selama bulan Ramadhan. (NTBPost/Red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.