Virus Nipah kembali menjadi sorotan dunia
![]() |
| Sumber ilustrasi: Vietnem.vn |
Dikutip dari World Health Organization (WHO), Virus Nipah (NiV) merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah (Pteropus) sebagai reservoir alami. WHO menyebutkan penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi buah yang terkontaminasi air liur kelelawar, atau antar manusia melalui cairan tubuh.
Dalam laporannya, Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa gejala klinis virus ini meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, gangguan pernapasan, kebingungan, disorientasi, dan pada kasus berat dapat menyebabkan ensefalitis (radang otak) hingga kematian. Tingkat kematian akibat infeksi Nipah diperkirakan mencapai 40–75 persen.
Surat Edaran Kemenkes RI Nomor HK.02.02/C/445/2026 berbunyi antara lain: “Meningkatkan surveilans epidemiologi terhadap penyakit menular yang berpotensi KLB, memperkuat deteksi dini dan pelaporan kasus dengan gejala mirip Nipah, menyiapkan ruang isolasi serta protokol penanganan pasien suspek, dan melakukan edukasi masyarakat tentang pencegahan termasuk kebersihan makanan dan menghindari kontak dengan hewan liar.”
Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa India telah mengkarantina ratusan orang setelah muncul klaster baru di Benggala Barat. Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Taiwan juga memperketat skrining di bandara internasional untuk mencegah penyebaran lintas negara.
Dikutip dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peneliti Pusat Riset Kesehatan, drh. Ratih Asmana Ningrum, M.Biomed., menjelaskan bahwa Virus Nipah termasuk dalam daftar penyakit prioritas WHO karena berpotensi menimbulkan wabah besar. Ia menegaskan, “Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi, antara 40 hingga 75 persen, dan hingga saat ini belum ada vaksin maupun obat spesifik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan nasional sangat penting, termasuk penguatan surveilans, penelitian, serta edukasi masyarakat.”
Kasus ini kini dalam proses pemantauan global. Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap makanan yang berpotensi terkontaminasi dan kontak dengan hewan liar. (NTBPOST/red.)

Komentar0