Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Prihatin! 29 Siswa Keracunan Menu MBG di Lombok Utara

Kades Malaka: Daging ayam yang dipakai sudah busuk  

Suasana saat petugas kesehatan di Puskesmas Nipah memberikan pertolonga pada korban keracunan MBG. Foto: Istimewa
LOMBOK UTARA, NTBPOST.COM — Sebanyak 29 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Desa Malaka, Lombok Utara, mengalami gejala keracunan pada Rabu (11/2) sekitar pukul 10.30 WITA. Dugaan sementara, insiden ini terjadi setelah mereka mengonsumsi menu MBG yang disalurkan oleh SPPG Dapur Malaka.  


Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika menu MBG dibagikan kepada siswa pada jam pelajaran pagi. Tak lama setelah dikonsumsi, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual dan sakit perut. Guru segera mengambil langkah darurat dengan membawa para korban ke Puskesmas Nipah. Penanganan cepat membuat kondisi para siswa berangsur membaik.  

Kepala Desa Malaka, H. Akmaludin Ichwan, yang dikonfirmasi NTBPost.com, membenarkan insiden tersebut terjadi di wilayahnya setelah siswa mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pagi hari.  

"Ya benar, terindikasi keracunan setelah pengkonsumsi MBG pada pagi," katanya.  

Ia menjelaskan bahwa korban berasal dari beberapa sekolah di wilayah Desa Malaka, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.  

"Korban berjumlah 29 orang, berasal dari SDN 2 Malaka 17 orang, SD 4 Malaka 7 orang, SMP Satu Atap 1 orang, dan SMA Pariwisata 1 orang," jelasnya.  

Akmaludin juga mengatakan, seluruh korban sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Nipah sebelum akhirnya dipulangkan.  

"Kondisi terakhir Alhamdulillah semua 29 sudah dipulangkan ke rumah masing-masing," imbuhnya.  

Kepala Desa Malaka menuturkan menu MBG yang dikonsumsi para siswa berasal dari salah satu SPPG di wilayahnya.  

"SPPG dari Malaka, Dapur Malaka," ucapnya.  

Lebih lanjut, ia menyampaikan dugaan penyebab keracunan berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan diduga berasal dari menu yang sudah basi.  

"Setelah kami coba lihat secara langsung, memang daging yang dipakai itu sudah busuk. Setelah kami komunikasi dengan pihak SPPG-nya ternyata lauk dimasak jam 11.00 malam, kemudian dikemas jam 05.00 subuh, dimasukkan ke ompreng lalu ditutup," ungkapnya.  

Ia juga menuturkan menu MBG yang diberikan kepada siswa pada saat itu terdiri dari berbagai menu makanan yang telah dioleh oleh pihak SPPG Malaka.

"Menunya ada ayam, ayam yang dicampur kecap, sayur hijau," tuturnya.  

Kades mengaku bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari dinas terkait untuk memastikan penyebab pasti keracunan.  

"Sementara kami masih menunggu hasil laboratorium karena ada sampel dibawa oleh dinas terkait," tandasnya.   (NTBPost/Red.) 

Komentar0

Type above and press Enter to search.