Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Kasus Bunuh Diri Kembali Terjadi di NTB, Setelah Lombok Utara Kini Terjadi di Lombok Timur Pria Tewas Gantung Diri

Fenomena Bundir Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah

Ilustrasi
LOMBOK TIMUR, NTBPOST.COM — Awal tahun 2026 kembali diwarnai tragedi bunuh diri di Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah Lombok Utara mencatat kasus serupa pada Januari lalu, kini giliran Lombok Timur menambah daftar panjang peristiwa tragis yang mengguncang publik.  

Seorang Laki-Laki bernama Muslim (18) , warga Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamarnya menggunakan tali nilon, Senin (2/2). Korban diketahui sudah menikah dan tinggal bersama istrinya.  

Korban pertama kali ditemukan oleh sang istri. Ia sempat memanggil korban namun tidak ada jawaban. Karena curiga, ia kemudian berusaha masuk ke kamar dan mendapati suaminya sudah tidak bernyawa. Sebelum kejadian, korban sempat menyerahkan telepon genggam kepada istrinya lalu mengunci diri di kamar.  

Pihak keluarga hingga kini belum mengetahui penyebab korban mengakhiri hidupnya. Polisi masih melakukan penyelidikan, sementara keluarga menolak dilakukan otopsi dan memilih menerima kematian korban. Kapolsek Jerowaru, Iptu Abdul Hadi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan kasus kematian warga Desa Pemongkong dengan cara gantung diri.  

"benar,kami sedang melakuka penyelidikan" jawabnya singkat kepada NTBPost, Selasa (03/02).

Fenomena kasus bunuh diri di NTB kini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan pihak terkait. Dalam dua bulan pertama tahun 2026, sudah tercatat dua kasus di dua kabupaten berbeda. Angka ini menunjukkan bahwa problem kesehatan mental, tekanan sosial, dan lemahnya sistem pendampingan psikologis masih menjadi persoalan serius yang belum ditangani secara menyeluruh.  

Minimnya program pencegahan, ketiadaan layanan konseling yang mudah diakses, serta lemahnya edukasi publik membuat kasus bunuh diri terus berulang. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat seakan hanya menjadi penonton tanpa langkah nyata. Padahal, setiap kasus adalah peringatan keras bahwa ada krisis yang sedang berlangsung di tengah masyarakat.  

NTB tidak bisa terus menambah daftar korban tanpa evaluasi dan kebijakan konkret. Pemerintah harus segera membangun sistem deteksi dini, memperkuat layanan kesehatan mental di desa-desa, serta memastikan pendampingan psikologis menjangkau masyarakat bawah. Tanpa itu, kasus bunuh diri akan terus menghiasi pemberitaan dan meninggalkan luka sosial yang semakin dalam.  (NTBPost/Rz.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.