Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Cuaca Ekstrem di NTB Picu Banjir, Longsor, dan Puting Beliung di Lombok

Ribuan Warga Terdampak, Kantor Bupati Terendam, Jalan Putus

Banjir yang terjadi di Lombok. Foto: Istimewa

MATARAM, NTBPOST.COM — Hujan deras disertai angin kencang sepanjang Selasa (24/2/2026) memicu rangkaian bencana hidrometeorologis di Pulau Lombok. 

Berdasarkan laporan resmi yang dikeluarkan BPBD NTB, tercatat tiga kabupaten terdampak akibat cuaca ekstrem ini, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.  

Di Kabupaten Lombok Timur, banjir melanda Desa Sepapan, Pandan Wangi, dan Kuang Rundung (Jerowaru); Desa Selebung dan Pijot (Keruak); Lendang Bedurik dan Kelurahan Selong (Selong); serta Desa Menceh (Sakra Timur). Longsor terjadi di Desa Rempung (Pringgasela) dan Desa Tembeng Putek (Wanasaba). Dampak paling menonjol terjadi di Kelurahan Selong, di mana Kantor Bupati Lombok Timur terendam banjir. Tragisnya, seorang anak bernama Azril (4 tahun) dilaporkan hilang terseret arus selokan. Di Desa Selebung, 40 KK atau 80 jiwa terdampak, sementara di Desa Pijot tercatat 210 KK atau 620 jiwa terdampak. BPBD NTB bersama BPBD Lombok Timur telah menyalurkan bantuan berupa tenda, lampu, genset, alas tidur, dan mie instan ke lokasi terdampak.  

Begitupun di Kabupaten Lombok Tengah, banjir melanda Desa Kuta, Pengembur, dan Bangket Parak (Pujut); Desa Landah, Ganti, Semoyang, Bilelando, Mujur, Beleka, dan Beleka Lebe Sane (Praya Timur); serta Desa Tanak Rarang dan Stanggor (Praya Barat). Longsor terjadi di Desa Pandan Indah, Praya Barat. Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung juga merusak rumah dan toko di Desa Seteling (Batukliang Utara), Kelurahan Praya, dan Desa Kuta. Total 675 KK dilaporkan terdampak banjir, dengan rincian 167 KK di Desa Kuta, 64 KK di Desa Pengembur, 234 KK di Desa Bilelando, 50 KK di Desa Beleka Daye, dan 150 KK di Desa Beleka Lebe Sane. Selain itu, 1 KK terdampak longsor di Pandan Indah, serta 1 rumah rusak di Seteling, 1 rumah rusak di Kelurahan Praya, dan 1 toko rusak di Kuta akibat puting beliung.  

Sementara itu, di Kabupaten Lombok Barat, longsor terjadi di Desa Keru (Narmada) dan Dusun Ajok Jaya, Desa Tempos (Gerung). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan amblasnya badan jalan di dua lokasi tersebut, sehingga akses transportasi terputus. BPBD Lombok Barat bersama PUPR dan aparat desa telah melakukan asesmen awal dan mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi lokasi longsor karena rawan longsor susulan.  

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, S.T., M.T., menegaskan bahwa seluruh tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat.  

“Banjir masih menggenangi wilayah terdampak. Saat ini kebutuhan mendesak berupa bantuan logistik, tenda, matras, selimut, dan makanan siap saji,” ujarnya.  

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena NTB sedang memasuki puncak musim hujan.  

“Potensi hujan lebat disertai angin kencang bisa memicu banjir, longsor, maupun puting beliung secara tiba-tiba. Kesiapsiagaan bersama sangat diperlukan,” tegasnya.  

Dengan kondisi ini, BPBD NTB menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat untuk menghadapi bencana hidrometeorologis yang berulang di musim hujan.  (NTBPost/Red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.