Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

PKC PMII Bali-Nusra Kecam Keras Penganiayaan Aktivis di Lotim: Desak Kapolda NTB Evaluasi Tegas Kapolres Lombok Timur!



MATARAM – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali-Nusa Tenggara mengeluarkan pernyataan sikap keras terkait insiden kericuhan dalam aksi demonstrasi di Kabupaten Lombok Timur yang berujung pada dugaan tindakan represif dan penganiayaan terhadap kader PMII.


Ketua Bidang Advokasi dan HAM PKC PMII Bali-Nusra, Fidar Khairul Diaz, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum aparat Polres Lombok Timur merupakan bentuk nyata dari kemunduran demokrasi dan praktik premanisme institusional.


"Kami mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat Polres Lombok Timur. Apa yang dialami oleh kader kami bukan lagi sekadar pengamanan aksi, melainkan dugaan penganiayaan dan praktik premanisme terhadap aktivis yang sedang menyuarakan hak-hak rakyat," tegas Fidar dalam keterangan resminya, Selasa (20/01/2026).


Fidar menilai, tindakan menjambak dan kekerasan fisik lainnya terhadap koordinator lapangan adalah pelanggaran serius terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan aksi massa serta melanggar hak asasi manusia.



Lebih lanjut, PKC PMII Bali-Nusra mendesak Kapolda NTB yang baru untuk tidak tinggal diam melihat tindakan sewenang-wenang anggotanya di lapangan. Menurutnya, kepemimpinan di Polres Lombok Timur harus bertanggung jawab penuh atas kegaduhan dan tindakan kekerasan tersebut.


"Kami meminta Kapolda NTB yang baru untuk segera melakukan evaluasi tegas terhadap Kapolres Lombok Timur. Jika Kapolres tidak mampu menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tanpa kekerasan, maka reformasi di tubuh Polres Lotim adalah harga mati," tambah Fidar.


Ancam Konsolidasi Massa yang Lebih Besar PKC PMII Bali-Nusra menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja. Bidang Advokasi dan HAM sedang mengumpulkan bukti-bukti digital dan saksi untuk menempuh jalur hukum serta melaporkan oknum yang terlibat ke Bid Propam Polda NTB.


"Jangan sampai ada asumsi bahwa kekerasan terhadap aktivis direstui oleh penguasa atau pimpinan aparat. Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan siap mengonsolidasikan seluruh kader di Bali-Nusra untuk menuntut keadilan bagi sahabat kami di Lombok Timur," pungkasnya.

Komentar0

Type above and press Enter to search.