BPBD Kota Mataram Pastikan Penanganan Cepat, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
![]() |
| BPBD Kota Mataram saat melakukan evakuasi pohon tumbang di Jln. Brawijaya. Foto: Istimewa |
MATARAM, NTBPOST.COM – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak dinihari hingga menjelang siang hari di wilayah NTB, menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram. Selasa (20/01).
Di Lombok Barat, pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Raya Batu Layar menuju arah Senggigi serta di jalur Bypass menuju Bandara Internasional Lombok. Kondisi ini sempat mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Sementara itu, berdasarkan data yang diterima NTBPost.com dari BPBD Kota Mataram, pohon tumbang ditemukan di beberapa lokasi, antara lain Taman Bako Sukaraja Ampenan, Jalan Brawijaya Seganteng, Jalan Sriwijaya depan Sahid Legi, serta Jalan Udayana. Petugas bersama warga sekitar segera melakukan pembersihan agar jalan kembali dapat dilalui. l
BPBD Kota Mataram mencatat kejadian pohon tumbang pertama pukul 06.00 WITA di Jalan Udayana, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, dengan koordinat -8.567099, 116.103271. Pohon tumbang disebabkan hujan lebat dan angin kencang sehingga mengakibatkan kemacetan. Satgas TPB Regu 1 bersama POLISI, POL PP, dan DISHUB langsung melakukan pemotongan dan penanganan pohon.
Kejadian berikutna tercatat pukul 09.00 WITA di Jalan Brawijaya, Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, dengan koordinat -8.5944911, 116.1430360. Pohon tumbang kembali disebabkan hujan lebat dan angin kencang, mengakibatkan kemacetan di jalur utama tersebut. Satgas TPB Regu 2 bersama POLISI dan DISHUB segera melakukan pemotongan dan pembersihan pohon.
BPBD menegaskan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kedua kejadian tersebut. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen di lokasi, pemotongan pohon, serta pembersihan sisa puing.
Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di NTB pada periode 20–26 Januari 2026.
“Dinamika atmosfer menunjukkan adanya Bibit Siklon Tropis 97S, aktifnya MJO spasial, gelombang Rossby ekuator, serta gelombang Kelvin di wilayah NTB. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” tulis BMKG dalam peringatannya.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di perairan NTB dengan ketinggian 2,5–4,0 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, serta Samudera Hindia selatan NTB pada 20–22 Januari. (NTBPOST/red.)

Komentar0