Hujan deras sejak Rabu dini hari memicu banjir di dua kabupaten, sementara angin kencang merusak rumah warga di Lombok Utara. BPBD NTB lakukan penanganan darurat.
![]() |
| BPBD dan unsur lainnya menangani pohon tumbang akibat cuaca ekstrim di NTB. Foto: Dok.BPBD NTB |
Berdasarkan data laporan BPBD Provinsi NTB yang diperoleh NTBPost.com menyebutkan, Di Kabupaten Lombok Barat, banjir melanda Kecamatan Labuapi dan Sekotong. Desa Perampuan menjadi salah satu titik terdampak paling parah dengan 782 KK rumah terendam dan 200 KK harus mengungsi ke masjid serta kantor desa.
Di Kecamatan Sekotong, Desa Sekotong Tengah mencatat dampak terbesar dengan 1.997 KK (5.557 jiwa) terdampak. Desa lain seperti Sekotong Barat, Blongas, Cendi Manik, Taman Baru, Pengatap, dan Pelangan juga melaporkan ratusan rumah terendam.
Sementara di Kabupaten Lombok Tengah, banjir melanda enam kecamatan, yakni Praya Barat Daya, Praya Barat, Pujut, Jonggat, Pringgarat, dan Praya Timur. Desa Kabul mencatat 145 KK terdampak, Desa Selong Belanak 109 KK, Desa Tanak Rarang 16 KK, Desa Kuta 27 KK, Desa Pengembur 70 KK, dan Desa Kidang 80 KK rumah terendam. Beberapa desa lain masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD.
BPBD Provinsi NTB bersama BPBD kabupaten, TNI/Polri, dan aparat desa melakukan assesment dampak bencana, membuka posko pengungsian, serta menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, air mineral, kasur, selimut, hingga tenda. BPBD juga membuka dapur umum di Desa Perampuan dan mengirimkan air bersih ke Desa Blongas untuk memenuhi kebutuhan warga.
Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat menyalurkan bantuan berupa makanan anak, kasur, selimut, hingga perlengkapan keluarga. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.
Hingga Rabu malam, banjir di Lombok Barat mulai berangsur surut di beberapa titik, sementara di Lombok Tengah kondisi air masih tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Cuaca Ekstrim di Lombok Utara
Sementara itu, di Kabupaten Lombok Utara, hujan lebat disertai angin kencang dan kilat petir terjadi sejak Selasa (20/1/2026) sore hingga Rabu (21/1/2026) pagi. Peristiwa ini menimbulkan kerusakan di sejumlah desa.
Di Kecamatan Bayan, pohon tumbang menghalangi akses jalan di Dusun Akar-Akar, sementara di Dusun Lokok Reban, atap rumah warga roboh dan 1 KK terdampak.
Di Kecamatan Gangga, Dusun Sambil Bangkol melaporkan 1 unit atap rumah terangkat akibat angin kencang.
Di Kecamatan Pemenang, kerusakan terjadi di Dusun Karang Petak dengan 1 rumah warga rusak, serta pohon tumbang di Dusun Telok Kombal, Telok Kodek, dan Mentingi. Pohon tumbang juga dilaporkan di Gili Meno dan Gili Air.
Di Kecamatan Tanjung, Dusun Sanggar Sari mencatat 1 rumah warga tertimpa pohon, sementara di Dusun Lendang Berora, atap aula pondok pesantren rusak akibat tertimpa pohon.
BPBD Kabupaten Lombok Utara bersama TRC dan DAMKARMAT melakukan evakuasi pohon tumbang, menyalurkan bantuan logistik berupa terpal, serta memberikan himbauan agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Kondisi Terkini
BPBD NTB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi puncak musim hujan pada akhir Januari. Potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor dapat terjadi secara tiba-tiba dan berisiko menimbulkan kerugian lebih besar.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pada Kamis, (22/01) pukul 01.12 Wita di Kota Mataram, hujan disertai angin kencang masih terjadi. (NTBPost/red.)

Komentar0