LOMBOK TIMUR-Aliansi Pemuda dan Aktivis (ALPA) Lombok Timur mendesak agar kerja sama antara PDAM Lombok Timur dengan pihak Cleo segera dikaji ulang secara menyeluruh.
Kerja sama ini dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan kepentingan publik, terutama masyarakat sebagai pemilik sah sumber daya air daerah.
Hal ini ditegaskan Ketua ALPA Lotim,Hadi Tamara,Senin (5/5). " Kerjasama PDAM dengan perusahaan cleo perlu ditinjau ulang," tegasnya.
Menurutnya PDAM sebagai badan usaha milik daerah seharusnya berorientasi pada pelayanan publik, bukan justru membuka ruang bagi kepentingan korporasi yang berpotensi mengkomersialisasi air secara berlebihan.
Apalagi air adalah kebutuhan dasar masyarakat, bukan komoditas yang bisa dikelola tanpa batas demi keuntungan sepihak.
Selain itu mendugaadanya ketimpangan dalam skema kerja sama tersebut, baik dari sisi pengelolaan sumber air, maupun dampak jangka panjang terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat Lotim.
" Jika tidak diawasi dengan ketat, kerja sama ini bisa mengarah pada bentuk eksploitasi sumber daya air yang terselubung," ujarnya
Hadi menambahkan pihaknya tidak menolak investasi, tetapi kami menolak jika kerja sama ini justru mengorbankan hak masyarakat. PDAM harus kembali pada mandat utamanya, yaitu melayani, bukan memprivatisasi.
" Kami mendesak pemerintah daerah dan DPRD Lombok Timur untuk tidak tutup mata," terangnya.
Komentar0