Tidak mengandung bahan peledak, kini diamankan TNI AL untuk penelitian lanjutan
![]() |
| Drone bawah laut yang ditemukan di perairan Gili Trawangan. Foto: Istimewa |
Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan bernama Arianto sekitar pukul 10.00 WITA, Senin (6/4), saat menjaring ikan di perairan sekitar 16 kilometer utara Gili Trawangan. Karena mencurigakan, benda itu kemudian ditarik ke pesisir dan dibawa ke pantai dekat salah satu hotel.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., membenarkan peristiwa penemuan benda asing tersebut.
“Begitu informasi diterima, kami bergerak cepat melakukan pengamanan dan olah TKP bersama Tim Gegana. Hasil awal memastikan benda tersebut steril dari bahan peledak dan radioaktif.” Terang AKBP Purwanta, melalui keterangan tertulisnya yang diterima NTBPOST.COM, pada Selasa (07/04).
Pemeriksaan awal menemukan label “CSIC” di badan benda serta tulisan beraksara China di bagian bawah. Tim Gegana Sat Brimob Polda NTB bersama Sat Reskrim Polres Lombok Utara melakukan olah TKP sekitar pukul 13.00 WITA dengan menggunakan alat deteksi bahan peledak Kerber T dan detektor radioaktif RIIDEye X. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi ancaman langsung.
“Langkah berikutnya, benda ini kami amankan dan diserahkan ke Lanal TNI AL Mataram untuk penanganan lebih lanjut, termasuk identifikasi teknis secara mendalam.” tandasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, penemuan benda mirip drone bawah laut dengan tanda Tiongkok bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2021 nelayan di Selayar, Sulawesi Selatan menemukan benda serupa. Maret 2025 warga Kuala Terengganu, Malaysia menemukan drone bawah laut di pantai Seberang Takir. Januari 2025 nelayan Filipina Tengah menemukan drone bawah laut Sea Wing “Haiyi” buatan Tiongkok. September 2025 penjaga pantai Filipina kembali menemukan drone bawah laut yang disebut bagian dari laboratorium bawah laut ilegal.
Tulisan “CSIC” merujuk pada China Shipbuilding Industry Corporation, konglomerat pertahanan Tiongkok yang mengembangkan teknologi kapal selam dan drone bawah laut. Sementara tulisan beraksara China yang ditemukan pada benda serupa sebelumnya, seperti “ç¬¬ä¸ƒç ”ç©¶æ‰€”, berarti Institute No.7, bagian dari China Electronics Technology Group Corporation (CETC) yang fokus pada riset radar, komunikasi elektronik, dan teknologi maritim.
Drone bawah laut ini umumnya berfungsi sebagai alat observasi dan survei kelautan, dengan kemampuan mengumpulkan data oseanografi, pemetaan dasar laut, hingga fungsi strategis dalam operasi militer seperti sistem Anti-Access/Area Denial (A2/AD).
Hingga berita ini diturunkan, benda tersebut masih diamankan di Mako Lanal Mataram dan menunggu pengiriman ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aparat mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan di perairan. (NTBPost/Red.)

Komentar0