5.143 Jiwa Terdampak di Empat Kabupaten/Kota
![]() |
| Dampak cuaca ekstrem di yang terjadi di Nusa Tenggara Barat. Foto: Istimewa |
Menurut data resmi BPBD NTB dan Kota Mataram yang diperoleh NTBPost.com tercatat beberapa wilayah terdampak cukup parah diantaranya:
Kota Mataram
Sejak pagi, Kota Mataram dihempas angin kencang yang merobohkan puluhan pohon di berbagai titik. BPBD Kota Mataram mencatat 23 titik kejadian pohon tumbang. Di Jalan Kebudayaan, Cakranegara Barat, akses utama sempat terhenti. Di Utara Pura Segara, Bintaro, pohon tua roboh ke arah jalan. Di Kali Jangkuk, Dasan Agung, batang besar menutup jalur, sementara di Pasar Mandalika Bertais aktivitas jual beli sempat terganggu.
Sejumlah sekolah juga terdampak. SDN 19 Cakranegara dan SDN 45 Mataram harus mengevakuasi siswa lebih awal, sedangkan di SLBN 1 Mataram, Ampenan Utara, guru dan murid bergegas keluar kelas ketika pohon tumbang di halaman sekolah. Di kawasan lain, seperti Jalan Merdeka I Pagesangan Barat, Jalan Geguntur Raya Jempong Baru, hingga Lingkungan Moncok Telaga Mas Ampenan, warga bergotong royong bersama tim TRC memotong batang pohon yang menutup jalan kampung.
Meski kejadian tersebar di banyak titik, laporan resmi menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Namun, satu unit kendaraan roda dua milik warga bernama Ika Asmawati rusak tertimpa pohon. Tim TRC BPBD Kota Mataram bersama DLH, Satpol PP, TNI, Polri, dan warga sekitar bergerak cepat melakukan pemotongan pohon serta pembersihan material. Hingga malam hari, kondisi kota berangsur terkendali, meski masyarakat tetap diminta waspada bila cuaca ekstrem kembali terjadi.
Lombok Utara
Di Kecamatan Pemenang, Desa Pemenang Timur, Dusun Kr. Petak, angin kencang menumbangkan pohon hingga menimpa rumah warga. Satu rumah rusak ringan pada bagian atap, dengan satu kepala keluarga berjumlah tiga jiwa terdampak. Tim BPBD Kabupaten Lombok Utara segera mengevakuasi pohon tumbang dan memastikan kondisi aman.
Dompu
Kabupaten Dompu mencatat dampak paling luas. Hujan deras disertai angin kencang selama tiga hari berturut-turut memicu banjir, longsor, dan pohon tumbang di enam kecamatan.
- - Desa Anamina: longsor merusak jembatan jalur ketahanan pangan.
- - Desa Kwangko: banjir menggenangi permukiman.
- - Desa Nangatumpu: longsor badan jalan dan pohon tumbang di ruas jalan nasional.
- - Desa Ria: longsor badan jalan kabupaten.
- - Desa Kramat: longsoran batu dan gorong-gorong mengancam putusnya jalan, pohon tumbang di beberapa titik.
- - Desa Dorebara: longsor pada tanggul saluran pembuang.
- - Desa Marada: pohon tumbang menghalangi jalan provinsi Dompu–Lakey.
- - Desa Calabai: angin puting beliung merusak lima rumah warga.
Puluhan rumah dan infrastruktur vital rusak, sementara jumlah jiwa terdampak masih dalam pendataan. BPBD Kabupaten Dompu bersama TNI-Polri dan dinas terkait melakukan asesmen, evakuasi, serta penanganan darurat di lokasi.
Lombok Barat
Di Kecamatan Labuapi dan Gerung, banjir melanda permukiman warga sejak dini hari. Desa Karang Bongkot menjadi lokasi terdampak paling parah dengan 292 KK (1.168 jiwa) di Dusun Karang Bongkot, 73 KK (292 jiwa) di Dusun Perampuan Desa, 9 KK (36 jiwa) di Dusun Perampuan Timur, dan 311 KK (1.244 jiwa) di Dusun Nyamarai.
Sementara di Desa Suka Makmur, Dusun Kebon Kongok, sebanyak 600 KK (2.400 jiwa) terdampak. Total keseluruhan warga terdampak banjir di Lombok Barat mencapai 1.285 KK atau 5.140 jiwa. Saat ini banjir sudah surut, warga bersama aparat melakukan pembersihan material sisa banjir.
Total Dampak
- - Kota Mataram: 23 titik pohon tumbang, 1 kendaraan rusak, korban nihil.
- - Lombok Utara: 1 KK (3 jiwa).
- - Dompu: Puluhan rumah dan infrastruktur rusak, jumlah jiwa terdampak masih dalam pendataan.
- - Lombok Barat: 1.285 KK (5.140 jiwa).
- - Total sementara: 5.143 jiwa terdampak di empat kabupaten/kota.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, ST., MT., mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi potensi hujan ekstrem dan angin kencang dalam tujuh hari ke depan.
“Sebagian besar wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan. Potensi hujan cukup signifikan sehingga masyarakat perlu memperhatikan kebersihan saluran air dan mewaspadai kemungkinan banjir, longsor, maupun angin kencang yang dapat terjadi tiba-tiba,” tegasnya. (NTBPost/red.)

Komentar0