Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Transportasi MotoGP Mandalika 2026 Terintegrasi, Shuttle Malam hingga Penambahan Titik Layanan

 


LOMBOK TENGAH, NTBPOST.COM — Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan dalam sistem transportasi penonton. Evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya menjadi dasar untuk memperkuat integrasi layanan transportasi dari berbagai titik menuju Sirkuit Mandalika.


Troy Warokka mengungkapkan, Pembaruan tersebut sejalan dengan arahan Gubernur NTB yang terus menekankan pentingnya evaluasi, perbaikan, dan menghadirkan kebaruan dalam penyelenggaraan event internasional tersebut.


Salah satu perubahan utama pada tahun ini adalah integrasi antara shuttle luar dan shuttle dalam. Selain itu, titik layanan shuttle juga diperluas dibandingkan penyelenggaraan MotoGP 2025.


“Yang tahun 2025 hanya dua, yaitu di eks bandara dan di Bizam. Tahun 2026 ada tambahan,” ujar pihak penyelenggara.


Sejumlah titik baru disiapkan untuk mengakomodasi penonton yang datang dari berbagai jalur transportasi. Di antaranya Bangsal, Senggigi, Lembar, serta Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).


Titik Bangsal disiapkan untuk melayani penonton yang datang dari kawasan Gili Trawangan dan tiga gili lainnya. Bahkan, tahun ini disiapkan pula layanan penyeberangan malam untuk mengakomodasi penonton yang hendak kembali setelah menyaksikan rangkaian MotoGP.


Sementara itu, titik Senggigi disiapkan untuk mengakomodasi penonton yang datang melalui Pelabuhan Senggigi, termasuk penumpang dari Bali.


Kemudian titik Lembar juga menjadi perhatian karena tingginya arus penumpang melalui Pelabuhan Lembar maupun kawasan Gili Mas.


“Lembar kita tahu juga luar biasa sekarang traffic-nya untuk penyeberangan dari Lembar sendiri dan termasuk Gili Mas,” katanya.


Untuk layanan shuttle luar, disiapkan sekitar 42 unit bus. Seluruh shuttle tersebut akan mengantarkan penonton menuju area Parkir Timur dan Parkir Barat.


Dari kedua titik parkir tersebut, penonton kemudian akan dilayani oleh shuttle dalam yang jumlahnya mencapai sekitar 114 unit.


Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan integrasi transportasi yang lebih baik, mulai dari jalur laut, udara hingga darat.


“Sehingga integrasi dari laut, udara, darat itu sudah kita cukup komunikasi dan cukup koordinasi dengan baik,” ujarnya

Komentar0

Type above and press Enter to search.