Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Peringati Hari Santri, MAS Darul Aitam Jerowaru Asah Keterampilan dan Mental Siswa Lewat Lomba Keagamaan

LOMBOK TIMUR– Peringatan Hari Santri Nasional di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Darul Aitam Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, diisi dengan berbagai perlombaan antar kelas yang bertujuan mengasah keterampilan (skill), membangun mental, serta menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik.

Sejumlah mata lomba yang diselenggarakan meliputi khutbah Jumat bagi siswa laki-laki dan karaoke Islami bagi siswi perempuan. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai religius di lingkungan madrasah.

Melalui lomba khutbah Jumat, siswa laki-laki dilatih untuk menyampaikan pesan keagamaan di hadapan orang banyak, membangun keberanian berbicara di depan umum, serta mengembangkan kemampuan berdakwah. Sementara itu, lomba karaoke Islami bagi siswi perempuan menjadi ruang untuk mengekspresikan bakat melalui lantunan lagu-lagu bernuansa Islami yang mengandung pesan moral dan keagamaan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap hasil pembelajaran yang selama ini diberikan di madrasah. Dengan tampil secara langsung di hadapan peserta lain, siswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas sekaligus mengembangkan potensi diri sesuai bakat dan kemampuannya.

Kepala MAS Darul Aitam Jerowaru, Agus Sugandi mengatakan, pihak madrasah memiliki harapan besar agar para peserta didik tidak hanya memperoleh ilmu selama menempuh pendidikan, tetapi juga mampu mengamalkan ilmu tersebut setelah kembali ke tengah masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik, melainkan juga dari kemampuan lulusan memberikan manfaat bagi lingkungan, khususnya dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

“Kami berharap, anak-anak kami bisa bermanfaat, minimal bisa menjadi pemimpin zikir dan menjadi khotib di masjid,” ujarnya, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia menegaskan, kemampuan memimpin zikir, menjadi khatib, serta terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan di tengah masyarakat merupakan bentuk pengamalan ilmu yang penting untuk dipersiapkan sejak peserta didik masih berada di bangku madrasah.

Karena itu, kegiatan perlombaan seperti ini diharapkan dapat menjadi wadah pembiasaan bagi siswa untuk tampil, berlatih, dan membangun keberanian. Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami materi keagamaan secara teori, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjalankan peran sosial ketika dibutuhkan oleh masyarakat.

Agus juga mengingatkan agar seluruh siswa mengambil bagian dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan madrasah. Ia berharap peserta lomba tidak hanya didominasi oleh siswa yang sama, sementara siswa lainnya hanya menyaksikan dari pinggir arena.

“Jika ada lomba-lomba seperti ini, kami berharap pesertanya tidak itu-itu saja. Semuanya harus ikut jadi peserta pada lomba yang sesuai dengan bakat dan kemampuan, jangan jadi penonton terus,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi yang berbeda-beda. Ada yang memiliki kemampuan berbicara di depan umum, ada yang berbakat dalam seni, dan ada pula yang mempunyai keunggulan dalam bidang lainnya. Potensi tersebut perlu diberikan ruang agar dapat berkembang melalui kegiatan positif di lingkungan madrasah.

Ia berharap para siswa tidak merasa takut untuk mencoba hanya karena khawatir melakukan kesalahan atau belum mampu tampil sempurna. Keberanian untuk memulai, menurutnya, merupakan bagian penting dari proses belajar dan pembentukan mental.

Peringatan Hari Santri Nasional di MAS Darul Aitam Jerowaru pun menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran pendidikan madrasah dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, santri diharapkan tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai tantangan kehidupan.

Melalui kegiatan perlombaan dan pembinaan yang berkelanjutan, madrasah berupaya menyiapkan peserta didik agar mampu menjadi generasi yang tidak hanya bangga menyandang status santri, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai kesantrian melalui perilaku, pengabdian, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat

Komentar0

Type above and press Enter to search.