MATARAM ,NTBPOST.COM– UIN Mataram melalui riset MoRA The AIR Funds mengembangkan Halal Integrated Green Index (HIGI), sebuah indeks integratif yang dirancang untuk mengukur dan memetakan pengembangan desa wisata dengan menggabungkan aspek halal tourism dan green economy. Perkembangan penelitian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Monitoring Progress Report Penelitian MoRA The AIR Funds yang berlangsung pada Senin (21/9/2026) di Ruang Rapat LP2M UIN Mataram, Gedung Research Center Lantai 1, Kampus 2 UIN Mataram. Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari evaluasi perkembangan penelitian sekaligus forum bagi tim peneliti untuk memperoleh masukan dari reviewer internal dan eksternal guna menyempurnakan konstruksi model HIGI.
Kegiatan dihadiri oleh Prof. Dr. H. Kadri, M.Si., Ketua LP2M UIN Mataram, selaku reviewer internal, serta Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil., CLA, CWC, selaku reviewer eksternal. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pemaparan progress report penelitian, review eksternal, review internal, dan penutupan.
Penelitian berjudul “Halal Integrated Green Index: Konstruksi Model Integrasi Halal Tourism dan Green Economy Desa Wisata di Indonesia” diketuai oleh Prof. Dr. H. M. Salahudin, M.Pd., M.Ag. HIGI dikembangkan dengan mengintegrasikan empat dimensi utama, yaitu Green Economy Performance, Halal Tourism Readiness, Community Empowerment, dan Pentahelix Support. Keempat dimensi tersebut mencakup kinerja ekonomi dan lingkungan, kesiapan pengembangan wisata halal, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Integrasi keempat dimensi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi pengembangan desa wisata, termasuk potensi dan aspek yang masih perlu diperkuat. HIGI tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan angka indeks, tetapi juga dikembangkan sebagai kerangka analisis untuk membantu memahami kondisi dan kebutuhan pengembangan desa wisata.
Penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan pendekatan yang menghubungkan pengembangan pariwisata halal dengan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan. Melalui pendekatan tersebut, pengembangan desa wisata diharapkan dapat dilihat secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari aktivitas pariwisata, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui riset MoRA The AIR Funds, UIN Mataram berupaya menghasilkan model yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian dan praktik desa wisata di Indonesia. Pengembangan HIGI selanjutnya diarahkan pada penyempurnaan konstruksi model berdasarkan hasil monitoring dan masukan reviewer, sehingga menghasilkan indeks integratif yang memiliki landasan akademik dan relevan untuk mengukur serta memetakan pengembangan desa wisata halal dan berkelanjutan.


Komentar0