LOMBOK TENGAH, NTBPOST.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-67 dengan menggelar doa, zikir bersama dan santunan anak yatim. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar RSUD Praya untuk meningkatkan rasa syukur sekaligus memperkuat komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, jajaran pimpinan RSUD Praya, para sponsor, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), serta seluruh civitas hospitalia RSUD Praya.
Dalam sambutannya, Plt Direktur Utama RSUD Praya Mamang Bagiansyah mengatakan, RSUD Praya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-67 tahun ini digelar secara sederhana. Meski demikian, kesederhanaan tersebut tidak mengurangi makna dari momentum ulang tahun rumah sakit yang telah mengabdi selama 67 tahun.
“Walaupun sederhana, tetapi penuh makna. 67 tahun mengabdi bersama dalam doa, bersatu dalam pelayanan,” ungkapnya, Sabtu (12|9).
Momentum HUT juga dimaknai sebagai kesempatan untuk berhenti sejenak dan melakukan refleksi terhadap perjalanan panjang RSUD Praya. Selama 67 tahun, rumah sakit tersebut telah menjadi tempat pengabdian bagi berbagai generasi tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Mamang juga memberikan penghormatan kepada para pendahulu yang telah mengabdikan diri di rumah sakit, termasuk empat pegawai yang memasuki masa purna tugas pada tahun ini.
Menurutnya, apa yang dinikmati RSUD Praya saat ini tidak terlepas dari perjuangan para pimpinan, tenaga kesehatan, pegawai, dan seluruh insan yang pernah memberikan pengabdian bagi rumah sakit tersebut.
“Patut kita bersyukur dan mendoakan para pendahulu kita, para tenaga kesehatan, pegawai, pimpinan, dan seluruh insan yang pernah mengabdikan dirinya di Rumah Sakit Praya. Apa yang kita nikmati hari ini juga tidak lepas dari perjuangan saudara-saudara kita terdahulu,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kemegahan gedung maupun kecanggihan peralatan medis. Hal yang jauh lebih penting adalah kualitas sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pelayanan yang diberikan dengan ketulusan dan dari hati dinilai menjadi esensi utama dalam pelayanan publik, khususnya di lingkungan RSUD Praya sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Bagaimana kita bisa memberikan pelayanan terbaik dari hati. Itu sesungguhnya esensi dari pelayanan publik yang kita ayomi di BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Praya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh civitas hospitalia untuk tetap memberikan pelayanan dengan sabar, ramah, dan penuh keikhlasan, termasuk ketika menghadapi berbagai persoalan dan keluhan masyarakat.
Menurutnya, senyum yang diberikan kepada pasien dan keluarga pasien hendaknya benar-benar lahir dari ketulusan.
“Pelayanan dari hati pasti akan sampai kepada hati,” tegasnya.
Dalam momentum HUT ke-67 ini, seluruh unsur di RSUD Praya juga diajak untuk memperkuat kebersamaan dan menghilangkan ego sektoral maupun ego antarprofesi. Dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, security, cleaning service, serta seluruh unsur lainnya dinilai memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan pelayanan rumah sakit yang berkualitas.
“Kita harus saling melengkapi. Tidak boleh ada ego antarprofesi, ego antarunit, maupun ego antarinstalasi. Kita memiliki peran masing-masing,” katanya.
Ia berharap peringatan HUT ke-67 dapat menjadi titik refleksi sekaligus momentum untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan RSUD Praya ke depan.
“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan berkah kepada Rumah Sakit Umum Daerah Praya dan kesehatan kepada seluruh civitas hospitalia,” pungkasnya.

Komentar0