Tim SAR gabungan fokus mencari lima penumpang yang belum ditemukan.
LOMBOK BARAT, NTBPOST.COM — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban insiden terbakarnya kapal penumpang di perairan Selat Lombok terus berlanjut hingga Kamis (13/8). Tim SAR gabungan kini memfokuskan pencarian pada lima orang penumpang yang dilaporkan masih belum ditemukan.
Kantor SAR Mataram bersama Kantor SAR Denpasar memperluas area pencarian dengan mengerahkan KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram. Penyisiran dilakukan dari lokasi kejadian menuju ke arah barat daya, sekaligus melakukan pemapelan atau imbauan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Selat Lombok.
Hingga Kamis (13/8), total korban yang telah berhasil dievakuasi berjumlah 212 orang, dengan rincian 211 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia. Data ini berbeda dengan manifest resmi KMP Putri Yasmin yang dikeluarkan KSOP Kelas IV Padangbai. Manifest mencatat 114 orang penumpang, terdiri dari 44 pengemudi dan penumpang kendaraan, 53 penumpang kendaraan roda dua, serta 17 penumpang pejalan kaki.
“Selain penyisiran langsung, kami juga menginstruksikan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Lombok agar dapat memberikan bantuan awal atau segera menginformasikan ke posko apabila menemukan korban,” tegas Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.
Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari berbagai pihak, antara lain Basarnas (Kantor SAR Mataram & Kantor SAR Denpasar), Lanal Mataram, Polda NTB, KSOP Lembar, KKP Lembar, Lembar, RS Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, Dikes Lombok Barat, Jasa Raharja, SGi Air Bali, serta unsur SAR gabungan lainnya.
Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan, dengan memaksimalkan dukungan alut permukaan dan koordinasi lintas instansi.(NTBPost/red.)

Komentar0