Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

DLHK NTB Evaluasi Karhutla Rinjani, Fokus Respons Cepat dan Pencegahan Manfaatkan Teknologi

Kadis LHK NTB tegaskan patroli ketat, deteksi dini, dan penegakan hukum jadi kunci antisipasi kebakaran hutan.

Foto rekayasa AI/NTBPOST.COM
MATARAM, NTBPOST.COM — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan evaluasi pasca kebakaran hutan seluas 30 Hektarare di kawasan Rinjani difokuskan pada peningkatan kecepatan respons, pengetatan patroli kawasan rawan, serta penguatan sinergi lintas instansi.

Kepala Dinas LHK NTB H. Didik Mahmud Gunawan Hadi, S.T., M.Si menjelaskan, tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan pendinginan agar sisa bara api tidak kembali menyala kawasan Rinjani. Hingga 35 personel dari Balai TNGR, Polres Lombok Timur, Manggala Agni Balai Dalkarhut Jabalnusra, Damkar, TNI, serta Masyarakat Mitra Polhut dilibatkan dalam operasi tersebut.

“Secara umum, evaluasi dan langkah antisipasi di NTB difokuskan pada peningkatan kecepatan respons (rapid response), pengetatan patroli kawasan rawan, serta penguatan sinergi lintas instansi,” kata Kepala Dinas LHK NTB, kepada NTBPOST.COM. Senin (10/8).

Ia menambahkan, pengawasan intensif diarahkan pada vegetasi savana, perdu, dan semak belukar yang sangat mudah terbakar di puncak musim kemarau.

“Respons cepat dan pendinginan (mopping-up) dilakukan agar sisa bara api tidak kembali menyala,” ujarnya.

Balai TNGR bersama instansi terkait juga mengevaluasi perlunya penambahan personel siaga dari resort-resort terdekat untuk memperketat pengawasan di jalur rawan kebakaran.

“Penambahan kekuatan resort menjadi penting untuk memperketat pengawasan di jalur rawan kebakaran,” ungkapnya.

Kadis LHK NTB menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam deteksi dini kebakaran hutan di seluruh wilayah NTB.

“Peringatan dini dan teknologi melalui sistem pemantauan titik panas Sipongi+ serta pantauan udara menggunakan drone akan memetakan sebaran api secara akurat,” jelasnya.

Selain itu, edukasi masyarakat terus digencarkan dengan mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Kami mengingatkan agar warga maupun pendaki tidak membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan api yang bisa memicu kebakaran,” tambahnya.

Terkait pemicu karhutla, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Penyelidikan hukum sedang berjalan untuk memastikan apakah insiden disebabkan oleh faktor alam atau kelalaian manusia, seperti aktivitas perkemahan atau pembakaran lahan. Jika terbukti ada unsur kelalaian atau kesengajaan, tentu akan dilakukan penindakan tegas,” pungkasnya. (NTBPost/red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.