Mahasiswa KKN Desa Sigar Penjalin bersama Bale Maggot Lombok di Lingsar, Lombok Barat, latih perempuan desa mengelola sampah organik menjadi sumber daya bernilai ekonomi.
LOMBOK UTARA, NTBPOST.COM — Sampah organik yang menumpuk di rumah tangga sering dianggap masalah, padahal bisa menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Berangkat dari tantangan ini, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram menggelar Pelatihan Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Sigar Penjalin Lombok Uatara. Kegiatan yang berlangsung pada 26 Juli 2026 ini menggandeng Bale Maggot Lombok di Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, dengan tujuan memberdayakan perempuan desa sekaligus mendorong pengelolaan sampah organik berkelanjutan.
Pelatihan menghadirkan kelompok PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) dan perempuan desa sebagai peserta utama. Mereka diperkenalkan pada siklus hidup BSF, teknik budidaya, pengelolaan media pakan, hingga pemanfaatan maggot sebagai alternatif pakan ternak. Sesi praktik memberi kesempatan langsung bagi peserta untuk mencoba setiap tahapan budidaya sehingga pengetahuan dapat diterapkan di rumah masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang. Kolaborasi dengan Bale Maggot Lombok memperkuat kegiatan melalui transfer pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.
Program KKN ini sendiri berlangsung di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, sejak 1 Juli hingga 20 Agustus 2026. Selama lebih dari satu bulan, mahasiswa hadir mendampingi masyarakat dengan berbagai kegiatan pemberdayaan, termasuk pelatihan maggot sebagai inovasi pengelolaan lingkungan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa terhadap pencapaian SDG 5 (Kesetaraan Gender) dengan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi desa, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab) melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Program KKN dipimpin oleh Yulia Mardini Kusmayanti bersama anggota tim: Ahmad Hamdani Rahmatullah, Mayu Finnari, Ni Luh Jiva Naya Putri, Fadlullah Hasan, Baiq Haza Nashara Rifada, Yuldus Tahta Aunillah, Dewi Selvia Agustina, dan Heri Rahman. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui inovasi pengelolaan lingkungan. (NTBPost/red.)

Komentar0