LOMBOK TENGAH, NTBPOST. COM – Persiapan ajang balap motor internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dimatangkan. Dengan waktu tersisa kurang lebih 49 hari menuju hari pelaksanaan, pihak penyelenggara menyatakan bahwa koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, Gubernur, hingga Bupati telah berjalan sangat baik dan kini berfokus pada eksekusi acara.
Tahun ini, penyelenggara menghadirkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan kenyamanan penonton dan menjawab tantangan ketersediaan akomodasi di sekitar kawasan Mandalika.
"Ada yang berbeda dengan MotoGP tahun lalu. Kami menyiapkan fasilitas baru, salah satunya camping ground untuk menjawab pertanyaan mengenai ketersediaan akomodasi," ungkap Direktur Operasional Troy Warokka
Selain itu, Tren Penjualan Tiket dan Strategi Promosi Antusiasme masyarakat menyambut gelaran ini terbilang sangat positif. Hingga saat ini, pergerakan penjualan tiket telah mencapai kisaran 45 hingga 50 persen. Penyelenggara menilai capaian ini jauh lebih cepat dibandingkan tahun lalu, yang baru menunjukkan lonjakan pada satu setengah bulan sebelum acara.
Kehadiran pebalap muda kebanggaan Indonesia, seperti Mario Aji dan Veda Ega Pratama, dinilai menjadi salah satu magnet utama yang mendongkrak minat penonton.
Terkait anggapan minimnya promosi, pihak penyelenggara menepis hal tersebut. Mereka menegaskan bahwa promosi dilakukan secara bertahap dan terukur.
"Kami membagi promosi berdasarkan fase. Ini adalah strategi pemasaran yang cerdas, ibarat jogging ada pace-nya, agar promosi tidak hanya dihamburkan di awal lalu meredup di akhir. Mulai Selasa depan, kami akan melakukan promosi yang cukup agresif di Jakarta," jelasnya.
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini menargetkan kehadiran 145.000 penonton. Optimisme ini didukung penuh oleh pemerintah pusat, termasuk Kementerian Bappenas dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dukungan masif ini tidak lepas dari bukti nyata bahwa ajang MotoGP sebelumnya mampu memberikan perputaran dampak ekonomi hingga Rp 4,9 triliun.
Menanggapi jadwal MotoGP Mandalika yang berdekatan dengan ajang Formula 1 (F1) di Singapura, penyelenggara mengaku tidak khawatir karena kedua ajang tersebut memiliki karakteristik pasar yang berbeda. Namun, pihaknya bersama tokoh dan komunitas terkait akan bernegosiasi dengan Dorna Sports agar jadwal yang berbenturan ini tidak terulang di tahun depan.
Selain itu, kerja sama strategis terus dijalin, termasuk dengan agen tour and travel serta pihak penyedia transportasi laut yang akan menyediakan kapal sebagai "hotel terapung" guna mendukung akomodasi penonton.
Lebih dari sekadar ajang balap, MotoGP menjadi etalase pertumbuhan ekonomi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Perkembangan Mandalika dinilai sangat agresif dan nyata. Hal ini diakui oleh para pelaku ekonomi kreatif, termasuk pesohor Raffi Ahmad, yang terkejut melihat pesatnya pembangunan di Mandalika.
"Mandalika itu bukan hanya omongan, tapi fakta. Kulinernya bergerak, investasi tumbuh, pariwisata bagus, dan lapangan kerja hidup. Dalam satu tahun terakhir saja sudah muncul beach club baru, area paddle, dan sentra kuliner sate yang akan diresmikan bertepatan dengan MotoGP. Ini yang ingin kita perlihatkan kepada dunia," pungkasnya.

Komentar0