LOMBOK TENGAH, NTBPOST. COM- Pasca kebakaran yang melanda Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (22/8) malam, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus mendukung penanganan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak. Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran berdampak pada 75 unit rumah serta sejumlah fasilitas masyarakat dan fasilitas pendukung pariwisata di Kampung Adat Sasak Sade.
Sejak malam kejadian hingga Selasa (25/8), ITDC telah mengerahkan dukungan penanganan darurat dan menyalurkan berbagai kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Dalam penanganan lanjutan, ITDC juga ditunjuk sebagai PIC penyaluran bantuan tanggap bencana kebakaran Kampung Adat Sasak Sade untuk membantu mengkoordinasikan dukungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan berbagai pihak agar bantuan dapat tersalurkan secara terarah sesuai kebutuhan masyarakat.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus komitmen untuk bergotong royong bersama pemerintah dan berbagai pihak dalam membantu penanganan dampak kebakaran. “Sejak malam kejadian, kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan unsur terkait untuk mendukung penanganan kebakaran hingga pemenuhan kebutuhan warga terdampak. Saat ini, fokus kami adalah membantu mengkoordinasikan dukungan dari 32 BUMN yang beroperasi di NTB, maupun berbagai pihak agar bantuan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Troy.
Respons ITDC telah dilakukan sejak malam kejadian dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit mobil tangki untuk mendukung proses pemadaman. Pada Minggu (23/8), dukungan dilanjutkan melalui penyaluran 700 paket makanan siap konsumsi, air mineral, alas tidur, serta kebutuhan bayi.
Memasuki tahap penanganan berikutnya, pada Senin (24/8), ITDC kembali menyalurkan bantuan berupa 45 unit kasur lipat berbagai ukuran, 50 selimut, 240 kebutuhan sanitasi menstruasi, serta 240 popok bayi.
Dukungan bagi masyarakat Kampung Adat Sasak Sade juga datang dari sejumlah BUMN. PT PLN (Persero) menyalurkan 150 paket sembako serta berbagai kebutuhan dasar, sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memberikan dukungan berupa kasur lipat, selimut, karpet tidur, air mineral, bahan pangan, dan perlengkapan ibadah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) turut menyalurkan bantuan berupa bahan pangan, air mineral, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, serta kebutuhan lainnya.
Solidaritas turut tumbuh dari ekosistem The Mandalika yang turut serta dalam meringankan beban warga yg tertimpa musibah. Komunitas Bazaar Mandalika telah menyalurkan bantuan tahap pertama pada Minggu (23/8), berupa uang tunai, serta berbagai kebutuhan pangan, pakaian, kebutuhan bayi, dan perlengkapan kebersihan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dan diterima oleh Wakil Bupati Lombok Tengah bersama Kepala Desa Rembitan.
Dukungan juga diberikan oleh Sapo Development, salah satu investor di The Mandalika, dengan komitmen bantuan sebesar Rp2 miliar untuk Kampung Adat Sasak Sade sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran.
“Kami mengapresiasi kepedulian seluruh pihak, baik BUMN, investor, komunitas, tenant, maupun masyarakat yang ikut bergerak membantu Kampung Adat Sasak Sade. Kolaborasi ini mencerminkan semangat bahwa pengembangan The Mandalika berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya,” tambah Troy.
Dalam penanganan tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan posko tanggap darurat di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rembitan, dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah sebagai Kepala Posko. Dapur umum juga disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain 75 unit rumah, pendataan sementara mencatat kebakaran turut berdampak pada satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, 69 artshop, Bale Beleq, toilet umum wisatawan, gerbang Desa Adat Sade, serta sejumlah fasilitas lainnya.
ITDC akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, BPBD, BUMN, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan dukungan yang dihimpun dan disalurkan menyesuaikan kebutuhan aktual masyarakat selama masa tanggap darurat.
“Prioritas kita saat ini adalah masyarakat Kampung Adat Sasak Sade. Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam masa tanggap darurat dan menjadi bagian dari semangat bersama untuk mendampingi masyarakat Kampung Adat Sasak Sade melalui proses pemulihan,” tutup Troy.

Komentar0