Mahasiswa KKN-PMD Unram bersama Pokdarwis wujudkan jalur tracking mangrove sebagai sarana wisata dan edukasi.
LOMBOK TIMUR, NTBPOST.COM — Mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram mendampingi pembangunan jalur tracking Ekowisata Mangrove di Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, sebagai upaya meningkatkan kualitas destinasi wisata berbasis konservasi, Juli 2026.
Program ini dilakukan melalui kolaborasi mahasiswa dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pare Mas. Mahasiswa terlibat langsung dalam pembangunan, penataan lintasan, hingga tahap finishing. Jalur tersebut diharapkan mempermudah wisatawan menjelajahi kawasan mangrove tanpa mengganggu ekosistem yang menjadi daya tarik utama destinasi ini.
Tidak hanya sebagai sarana penunjang wisata, jalur tracking juga dirancang sebagai media edukasi. Wisatawan dapat mengenal lebih dekat peran hutan mangrove sebagai pelindung pesisir dari abrasi, habitat flora dan fauna, serta penyerap karbon yang menjaga keseimbangan lingkungan.
Ketua Kelompok KKN-PMD Universitas Mataram, Muhamad Juliana, menjelaskan bahwa pembangunan jalur tracking merupakan bagian dari pendampingan untuk mendukung pengelolaan destinasi wisata yang lebih tertata dan berkelanjutan.
“Keberadaan fasilitas ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung, tetapi juga membuka peluang pengembangan wisata edukasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya. Senin, (03/08)
Melalui program ini, mahasiswa berharap Ekowisata Mangrove Desa Pare Mas terus berkembang sebagai destinasi berbasis masyarakat yang mengedepankan konservasi, edukasi, dan keberlanjutan. Jalur tracking yang dibangun menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan kawasan wisata mangrove yang lebih tertata, mudah diakses, serta memberikan pengalaman berwisata yang aman dan berkesan.
LKegiatan pendampingan pembuatan jalur tracking oleh KKN-PMD Unram Desa Pare Mas ini berlangsung pada 1-9 Juli 2026, dengan melibatkan 10 mahasiswa: Muhamad Juliana (Ketua), Zamiratul Layyinah Zain, Selviana Yudistira, Marlina Puspitaa, Erwen Firmansyah, Anak Agung Gede Yudha Laksmana, Anggun Arimbi Ciptaning Kalbu, Kristina Olivia Oktaviana, Baiq Delli Amelia, dan Chaerunisa.
Dengan adanya jalur tracking ini, Desa Pare Mas diharapkan mampu mengubah kawasan mangrove yang sebelumnya terbengkalai menjadi destinasi wisata unggulan yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (NTBPost/red.)

Komentar0