Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Sinta Iqbal: Intervensi Desa Berdaya Mulai Tunjukkan Hasil Positif

Perbaikan Status Gizi, Pendampingan Keluarga, dan Model Penanganan Stunting  

LOMBOK TIMUR, NTBPOST.COM — Program intervensi serentak Desa Berdaya di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Setelah pendampingan intensif selama 14 hari, lebih dari 75 persen balita sasaran mengalami perbaikan status gizi. Kamis, (30/7).  


“Alhamdulillah, sudah mulai terlihat hasil dari intervensi di sektor kesehatan. Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan Lendang Nangka Utara bisa keluar dari kategori desa dengan kemiskinan ekstrem,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal.  


Meski demikian, Sinta mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut baru merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar hasil yang telah dicapai dapat dipertahankan melalui pendampingan berkelanjutan terhadap seluruh keluarga sasaran.  


“Pendampingan adalah bagian yang paling menantang. Pekerjaan rumah kita sekarang adalah mempertahankan hasil yang sudah dicapai. Masih ada 21 anak yang harus terus didampingi. Jangan sampai anak-anak yang sudah membaik kembali mengalami penurunan berat badan,” tegasnya.  


Menurut Sinta, penanganan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui pemberian makanan bergizi. Keberhasilannya bergantung pada pola pengasuhan yang baik, keterlibatan ayah, dukungan keluarga, serta lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak.  


“Yang kita butuhkan adalah lingkungan yang solid. Edukasi tidak hanya diberikan kepada ibu, tetapi juga kepada ayah, keluarga, dan masyarakat. Persoalan stunting tidak bisa diselesaikan secara sektoral,” katanya.  


“Jangan hanya ibunya yang bekerja. Ayah juga harus hadir memastikan anak mendapatkan gizi yang baik,” ujarnya.  


Pandangan tersebut diperkuat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri, yang menilai pendekatan terpadu di Desa Lendang Nangka Utara memiliki potensi menjadi model percepatan penurunan stunting di daerah lain.  


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozy, mengungkapkan hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 75 persen balita sasaran mengalami perkembangan status gizi positif setelah mengikuti intervensi selama dua pekan.  


Keberhasilan program juga tidak terlepas dari dedikasi para kader Posyandu yang aktif melakukan pendampingan kepada keluarga sasaran. Mereka tidak hanya memberikan pelayanan di Posyandu, tetapi juga mendatangi rumah warga ketika balita tidak hadir, sehingga pemantauan pertumbuhan dan edukasi keluarga tetap berjalan berkesinambungan.  


Melalui Program Desa Berdaya, Pemerintah Provinsi NTB mendorong penanganan stunting yang tidak hanya berfokus pada intervensi kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan pemberdayaan keluarga, penguatan peran masyarakat, dan pengentasan kemiskinan ekstrem. Keberhasilan awal di Desa Lendang Nangka Utara diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai wilayah sehingga semakin banyak anak tumbuh sehat, semakin banyak keluarga berdaya, dan target penurunan stunting di NTB tercapai berkelanjutan. (NTBPost/Red.) 

Komentar0

Type above and press Enter to search.