Program Pengampuan tingkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan layanan neurointervensi di NTB
MATARAM, NTBPOST.COM — RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram terus memperkuat mutu pelayanan kesehatan melalui Proctorship Tindakan Coiling dalam Program Pengampuan Layanan Stroke. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, memperkuat layanan neurointervensi, mempercepat transfer pengetahuan, serta menghadirkan layanan stroke yang cepat, komprehensif, dan berkualitas bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI dr. Obrin Parulian, M.Kes., Direktur Medik dan Keperawatan sekaligus Ketua Tim Pengampuan Layanan Stroke RS PON dr. Reza Aditya Arpandy, Sp.S., Direktur RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., tim Proctorship Coiling RSUP Prof. Ngoerah, serta dokter spesialis dan tenaga kesehatan terkait.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. N.K. Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp.FER., M.Kes., M.Sc., menegaskan bahwa proctorship merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi SDM sekaligus memperkuat layanan stroke agar masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, aman, dan berkualitas.
“Proctorship ini bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga bagian dari strategi besar untuk memastikan layanan stroke di NTB dapat berjalan sesuai standar nasional dan internasional,” ujarnya.
Direktur RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., menyampaikan bahwa program pengampuan merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun kapasitas rumah sakit jejaring melalui kolaborasi, pendampingan, dan transfer pengetahuan.
“Pengampuan adalah wujud kolaborasi antar rumah sakit untuk memastikan layanan kesehatan di daerah mampu memberikan penanganan yang setara dengan pusat rujukan nasional,” katanya.
Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RS PON, dr. Reza Aditya Arpandy, Sp.S., menjelaskan bahwa Program Pengampuan Stroke diarahkan untuk memperkuat layanan stroke di daerah, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kesehatan hingga pengembangan layanan trombolisis, trombektomi, coiling, clipping, dan bypass.
“Tujuan utama pengampuan adalah memastikan pasien stroke di daerah tidak lagi terkendala akses layanan. Dengan transfer pengetahuan dan pendampingan, rumah sakit jejaring dapat memberikan layanan yang cepat dan tepat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat layanan stroke yang unggul di NTB, sekaligus mendukung visi nasional dalam memperluas akses layanan neurointervensi yang berkualitas bagi seluruh masyarakat. (NTBPost/red.)
Komentar0