Bangunan Megah, Menu Bergizi, dan Komitmen Sosial Jadi Prioritas
![]() |
| Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Labuhan Lombok 05 di Kecamatan Pringgebaya, Lombok Timur. Foto: NTBPOST/Rizal. |
Pemilik dapur, H. Sholeh, menyebut pembangunan fasilitas ini menelan biaya lebih dari Rp3 miliar.
“Membangun habisnya biaya capai Rp3 miliar lebih,” kata H. Sholeh, Sabtu (4/7).
Menurutnya, pihaknya terus melakukan pembenahan di dapur baik dari perawatan maupun kelengkapan fasilitas agar bisa masuk kategori grade A. “Melihat kualitas dapur yang kita miliki ini masuk grade A,” ujarnya.
Dapur MBG Labuhan Lombok 05 menargetkan 1.526 penerima manfaat. Sasarannya meliputi ibu hamil, ibu menyusui, lansia, serta siswa sekolah.
“Pengolahan menu dilakukan sesuai ketentuan BGN, terutama terkait pemenuhan protein,” tambahnya.
H. Sholeh menegaskan dapurnya tetap komitmen memperhatikan kualitas menu makanan yang disajikan, termasuk aspek sosial.
“Saya bangun dapur bukan semata-mata bisnis, sehingga tak menargetkan keuntungan,” terangnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, sebagai mitra dirinya tidak terlibat banyak dalam urusan dapur, hanya mengontrol kualitas menu makanan yang akan disajikan serta kebersihan dapur. Operasional sepenuhnya dipercayakan kepada para karyawan dengan harapan menu yang diberikan kepada penerima manfaat benar-benar bergizi.
“Program MBG ini harus berjalan sesuai harapan pemerintah. Kami berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar dengan membuka lapangan kerja untuk tenaga akunting, ahli gizi, dan lainnya,” tandasnya.
Dengan komitmen tersebut, Dapur MBG Labuhan Lombok 05 hadir bukan hanya sebagai bangunan megah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan bergizi yang memperhatikan kualitas dan aspek sosial. (NTBPost/Rizal.)

Komentar0