BMKG dan Komisi V DPR RI Gelar Edukasi Mitigasi Bencana di Lombok Barat
LOMBOK BARAT, NTBPOST.COM — PT PLN Indonesia Power UBP Jeranjang memfasilitasi pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami yang digelar BMKG bersama Komisi V DPR RI di Lombok Barat, Sabtu (11/7). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus meningkatkan mitigasi bencana di kawasan rawan gempa dan tsunami.
Sekolah lapang diikuti masyarakat, pemerintah daerah, serta unsur terkait untuk memperoleh pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi maupun potensi tsunami.
Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan bagi masyarakat di wilayah rawan bencana.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pembelajaran agar masyarakat memahami informasi geofisika, tidak mudah panik saat terjadi bencana, serta mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi gempa maupun tsunami,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti, BMKG memiliki sistem pemantauan dan peralatan yang mampu memberikan informasi cepat.
“Kami di Komisi V siap mendukung penganggaran untuk memastikan alat-alat tersebut selalu dalam kondisi baik demi keamanan masyarakat,” katanya.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama, menjelaskan Lombok Barat dipilih sebagai lokasi sekolah lapang karena memiliki potensi ancaman gempa dan tsunami, sekaligus terdapat objek vital nasional berupa PLTU Jeranjang.
“Kami berharap peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga menjadi agen edukasi di lingkungannya masing-masing sehingga semakin banyak masyarakat yang siap menghadapi gempa dan tsunami,” ujarnya.
Manager PT PLN Indonesia Power UBP Jeranjang, Yunisetya Ariwibawa, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Komisi V DPR RI dan BMKG. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bagi personel PLN maupun masyarakat sekitar pembangkit.
“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh peningkatan kapasitas dalam menghadapi kondisi darurat. Kesiapsiagaan menjadi bagian penting untuk meminimalkan dampak apabila sewaktu-waktu terjadi bencana,” ujarnya.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Lombok Barat, Fauzan Husniadi, juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan sekolah lapang. Ia berharap program serupa diperluas hingga wilayah utara Lombok Barat yang terdampak besar saat gempa sebelumnya.
“Kami siap memfasilitasi kegiatan serupa, termasuk menyasar kalangan pelajar agar edukasi mitigasi bencana diberikan sejak dini. Yang paling penting adalah masyarakat memiliki kesiapan sehingga tidak panik ketika menghadapi bencana,” katanya.
Melalui kolaborasi antara DPR RI, BMKG, PLN Indonesia Power, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan memperkuat budaya sadar bencana sekaligus menjaga keandalan objek vital nasional di Lombok Barat. (*)

Komentar0