Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Menteri Pariwisata: Mandalika Tak Bisa Hanya Mengandalkan MotoGP, Harus Terus Berinovasi

Atraksi baru, fasilitas inklusif, dan dukungan UMKM jadi kunci daya tarik Mandalika

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Foto: Istimewa

MANDALIKA, NTBPOST.COM — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa kawasan The Mandalika tidak bisa hanya mengandalkan ajang MotoGP sebagai daya tarik utama wisata. Ia menekankan perlunya atraksi baru dan inovasi berkelanjutan agar kawasan tersebut tetap relevan dan menarik bagi wisatawan.

Dalam sambutannya, ia menyoroti karakter wisatawan Indonesia yang cenderung cepat bosan dan selalu mencari pengalaman baru.

“Saya di sini mengandalkan MotoGP saja itu rasanya sudah cukup ya? Butuh atraksi-atraksi lain, butuh selalu berinovasi,” ujarnya.

Menteri mengungkapkan pengalamannya berdiskusi dengan pengelola wahana bermain yang menyampaikan bahwa setiap enam bulan mereka harus menghadirkan wahana baru. Semangat tersebut, menurutnya, kini mulai diwujudkan oleh ITDC dalam pengembangan kawasan Mandalika sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional.

Ia mengapresiasi langkah ITDC yang menghadirkan berbagai fasilitas baru seperti lapangan padel, lapangan basket, restoran sehat, hingga coworking space.

“Saya pikir inovasi-inovasi seperti ini harus selalu digerakkan dan selalu harus dihadirkan di Mandalika,” katanya.

Menteri menekankan bahwa kawasan Mandalika harus menjadi destinasi yang inklusif dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya segmen tertentu. Dengan demikian, perputaran ekonomi yang tercipta dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat Lombok Tengah maupun Nusa Tenggara Barat secara umum.

Ia juga memberikan apresiasi atas komitmen ITDC dalam mendampingi pelaku UMKM hingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, bahkan sebagian di antaranya telah berhasil menembus pasar ekspor.

“Saya senang juga dengan teman-teman ITDC yang selama ini selalu mendorong dan mendampingi UMKM sehingga mereka bisa naik kelas. Bahkan tadi ada yang bisa ekspor produknya, itu luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembangunan sektor pariwisata merupakan proses jangka panjang yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Ia mencontohkan Bali yang membutuhkan waktu hingga sekitar satu abad untuk berkembang menjadi destinasi wisata dunia, namun hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan.

Karena itu, ia menilai kolaborasi seluruh unsur pentahelix menjadi kunci keberhasilan pembangunan pariwisata, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, hingga masyarakat.

“Kalau kita ingin menciptakan pariwisata yang semakin sukses, semakin berkualitas, dan menghadirkan multiplier effect kepada masyarakat, maka semuanya harus berkolaborasi,” tegasnya.

Ia juga menitipkan pesan kepada ITDC agar terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, asosiasi, serta masyarakat sekitar sehingga setiap pengembangan bisnis di Mandalika dapat berjalan baik sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang luas.

Menutup sambutannya, Menteri menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran ITDC atas berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam mengembangkan kawasan The Mandalika.

“Sekali lagi, selamat kepada ITDC,” tutupnya. (NTBPost/Riki.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.