Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

MBG Tetap Dilanjutkan, Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis adalah Investasi Generasi Penerus Bangsa

Presiden tegaskan pengawasan ketat agar MBG benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Foto: NTBPOST.COM

MENINTING, NTBPOST.COM Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu investasi strategis untuk masa depan bangsa. Hal ini disampaikan dalam pidato peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/07/2026).

Presiden menekankan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan upaya serius untuk memastikan generasi penerus tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“MBG ini adalah sangat strategis karena ini makan untuk anak-anak kita generasi penerus. Sel otak harus berkembang dengan baik, sel tulang harus baik, sel otot harus baik. Kalau dari kecil makannya tidak bagus, dia nanti tidak maksimal,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan MBG harus dilakukan secara ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan. Ia meminta para kepala daerah hingga aparat desa untuk turun langsung memeriksa dapur MBG.

“Gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh meriksa semua dapur MBG. Laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya. Rakyat awasi! Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget,” ujarnya.

Presiden menekankan bahwa rakyat harus ikut mengawasi agar program ini benar-benar berjalan sesuai tujuan. Ia menyinggung praktik curang yang kerap terjadi dalam pengelolaan bahan pangan, seperti pemotongan ayam atau telur yang berlebihan sehingga mengurangi kualitas gizi anak-anak.

“Ayam biasanya bisa dipotong 8, kalau negara kaya satu orang makan seperempat ayam. Kalau kita ya satu ayam dipotong 12, jangan pula dipotong 18 atau 22. MBG jangan bikin telur dadar dicampur macam-macam, nanti satu telur dimakan empat orang. Itu tidak boleh,” kata Presiden.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperluas cakupan MBG hingga menjangkau seluruh daerah, termasuk ibu hamil, sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun sumber daya manusia Indonesia.

“Kita mungkin satu-satunya negara yang memberi makan kepada ibu-ibu hamil. Saya berharap akhir tahun atau awal tahun depan semua desa sudah menerima. Negara kita besar sekali, pasti ada desa-desa yang belum terima, saya paham itu,” jelasnya.

Presiden menutup dengan penegasan bahwa MBG adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Baginya, keberhasilan program ini akan menentukan kualitas generasi Indonesia di masa depan. (NTBPost/red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.