Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

ITDC Bangun SADE Social Space di The Mandalika, Hadirkan Hotel, Co-working Space hingga Lapangan Padel

 

MANDALIKA, NTBPOST.COM – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mulai mengembangkan Social Space di kawasan The Mandalika sebagai destinasi baru yang memadukan akomodasi, olahraga, kuliner, dan ruang kerja dalam satu kawasan.


Plt. Direktur Utama ITDC Ahmad Fahjar mengatakan, kawasan tersebut dibangun dengan memanfaatkan bangunan bekas dormitory atau mes karyawan yang sudah tidak lagi difungsikan. Bangunan itu kemudian direnovasi dan dikembangkan menjadi fasilitas yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik kawasan wisata.


"Dari pada menjadi mes karyawan yang tidak dimanfaatkan, lebih baik kita sulap menjadi fasilitas yang lebih produktif. Lahan di belakang juga masih luas sehingga kita kembangkan dengan desain yang baru," ujar Ahmad Fahjar.


Ia menjelaskan, konsep Social Space dirancang oleh tim internal ITDC dengan menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan. Nantinya, fasilitas tersebut akan dilengkapi 38 kamar, tiga lapangan padel, restoran, lapangan basket, fasilitas wellness, serta co-working space bagi wisatawan maupun pekerja jarak jauh.


"Ini yang kami inginkan dari sebuah social space. Setelah bermain padel, pengunjung bisa menikmati wellness, spa, menginap, bahkan bekerja dari co-working space yang kami sediakan," katanya.


Menurut Ahmad Fahjar, kehadiran Social Space diharapkan menjadi pemicu bagi tenant lain di The Mandalika untuk ikut mengembangkan fasilitas serupa sehingga menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan kawasan.


Ia juga mengungkapkan bahwa olahraga padel di The Mandalika terus berkembang. Selain tiga lapangan yang dibangun ITDC, salah satu tenant juga akan menambah lima lapangan padel baru.


Ke depan, kata dia, kawasan barat The Mandalika akan dikembangkan sebagai mass destination atau pusat aktivitas dan kawasan ritel yang lebih ramai. Sementara itu, kawasan timur sirkuit akan difokuskan sebagai area yang lebih tenang dengan hotel-hotel premium.


"Daerah sebelah barat akan menjadi mass destination atau retail area sehingga lebih hidup. Sementara kawasan timur sirkuit akan menjadi kawasan yang lebih tenang dengan hotel premium. Kami ingin menciptakan suasana seperti Nusa Dua," jelasnya.


Ahmad Fahjar menegaskan, Pertamina Mandalika International Circuit tetap menjadi ikon utama kawasan melalui penyelenggaraan MotoGP. Namun, ITDC juga menyiapkan strategi jangka panjang agar The Mandalika tetap berkembang dengan mengandalkan sektor pariwisata, budaya, dan sport tourism di luar ajang balap dunia tersebut.


"Branding utama kita memang sirkuit dan MotoGP. Tetapi kami juga harus mempersiapkan diri untuk menciptakan beyond MotoGP. Artinya, setelah MotoGP, kawasan ini harus tetap hidup melalui pariwisata, budaya, sport tourism, dan berbagai aktivitas lainnya," tegasnya.


Social Space dibangun di atas lahan seluas sekitar 0,93 hektare. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap pembangunan dan belum diresmikan. Menurut Ahmad Fahjar, kegiatan yang digelar merupakan syukuran dimulainya pembangunan sebelum fasilitas tersebut resmi beroperasi. (NTBPost/Riki.)


 

Komentar0

Type above and press Enter to search.