Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Ekspor NTB Meledak 1.045 Persen, Wisatawan Tembus 1,3 Juta Orang di Tengah Tekanan Inflasi

BPS: Empat Sektor Produktif NTB Tumbuh Positif, Petani dan Pariwisata Jadi Penopang Utama


MATARAM, NTBPOST.COM — Ekonomi Nusa Tenggara Barat terus bergerak pada jalur yang menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat sejumlah indikator positif sepanjang periode hingga Juni 2026, mulai dari lonjakan ekspor yang luar biasa, meningkatnya daya beli petani, hingga membludaknya kunjungan wisatawan nusantara.

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Wahyudin, menyampaikan hal tersebut dalam Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu (1/7/2026).

"Secara umum, berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang positif. Daya beli petani meningkat, sektor pariwisata terus bergerak, mobilitas masyarakat bertambah, dan aktivitas perdagangan luar negeri masih memberikan kontribusi yang baik terhadap perekonomian NTB," jelas Wahyudin.

Angka paling mengejutkan datang dari sektor perdagangan luar negeri. Nilai ekspor NTB selama Januari hingga Mei 2026 mencapai US$1,27 miliar, melonjak 1.045,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas utama masih didominasi tembaga, ikan dan udang, serta perhiasan dan permata, dengan tujuan ekspor utama ke Tiongkok, Thailand, dan Amerika Serikat.

Di sektor pariwisata, wisatawan nusantara yang berkunjung ke NTB pada Mei 2026 mencapai 1.332.393 orang, naik 10,49 persen dibandingkan April 2026 dan meningkat 13,20 persen dibandingkan Mei tahun lalu. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang turut meningkat menjadi 41,07 persen, naik 5,01 poin dari bulan sebelumnya.

Wahyudin menyebut lonjakan wisatawan tidak lepas dari momentum libur panjang dan penyelenggaraan berbagai agenda nasional dan internasional, seperti GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit dan Rinjani 100 Ultra 2026 di Sembalun.

Sektor pertanian pun ikut mencatat kabar baik. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juni 2026 meningkat menjadi 130,95, naik 0,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Empat subsektor utama yaitu tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan, semuanya mencatatkan NTP di atas 100, mencerminkan kondisi usaha tani yang relatif menguntungkan.

Mobilitas masyarakat juga ikut bergerak naik. Penumpang angkutan laut yang datang maupun berangkat pada Mei 2026 meningkat lebih dari 15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara penumpang penerbangan domestik melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid naik 4,23 persen.

Di sisi lain, inflasi tahunan NTB pada Juni 2026 tercatat 3,55 persen, dengan inflasi bulanan 0,37 persen dan inflasi tahun kalender 2,12 persen. Tekanan inflasi terutama dipicu penyesuaian harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo yang berdampak pada naiknya tarif angkutan udara, serta kenaikan harga bawang merah, bawang putih, cumi-cumi, dan kubis.

Meski begitu, tekanan itu sebagian diredam oleh turunnya harga cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan, serta meningkatnya pasokan hasil panen di sejumlah daerah.

Nilai impor NTB periode Januari hingga Mei 2026 tercatat US$36,48 juta, turun 71,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama akibat berkurangnya impor barang modal dan bahan baku.

Wahyudin menegaskan perekonomian NTB masih berada pada jalur yang positif meski tantangan inflasi perlu terus diantisipasi.

"Data yang kami sampaikan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak. Ke depan, stabilitas harga perlu terus dijaga agar penguatan sektor-sektor produktif ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat NTB," pungkasnya. (NTBPost/red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.