Polemik liputan satu tahun evakuasi Juliana di Rinjani memicu tanggapan Panji Petualang
SEMBALUN, NTBPOST.COM — Polemik rencana liputan satu tahun evakuasi jenazah Juliana di Gunung Rinjani mencuat setelah warga Sembalun menyatakan penolakan terkait rencana Panji Petualang meliput bersama Agam.
Dalam pamflet yang beredar pada 19 Juni 2026, warga menegaskan sikap menolak rencana tersebut dengan seruan keras “Bayar dulu hutangmu!”, menuntut penyelesaian persoalan yang belum selesai antara Agam dengan masyarakat setempat sebelum rencana liputan dilaksanakan.
Menanggapi polemik ini, Panji Petualang menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya. Ia membuka pernyataan dengan salam konservasi, menyapa relawan, porter, serta masyarakat suku Sasak di Rinjani.
Panji menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Agam di Jakarta terjadi secara kebetulan. Dalam pertemuan itu, mereka sempat membicarakan kegiatan Agam belakangan ini, termasuk ide mengenang satu tahun evakuasi jenazah Juliana. Namun, rencana tersebut ternyata menimbulkan penolakan dari sahabat-sahabatnya di Lombok.
“Saya mohon maaf banget, saya tidak tahu-menahu soal masalahnya, saya tidak terlalu paham,” ungkap Panji. Ia menegaskan tidak terlibat dalam persoalan yang belum selesai antara Agam dengan masyarakat setempat.
Panji juga mengakui kesalahan pada caption yang menyinggung soal Pawang Gunung Rinjani.
“Saya secara pribadi, saya minta maaf untuk keluarga saya di Lombok, khususnya untuk suku Sasak dan teman-teman relawan di sana,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar dapat bertemu kembali dengan relawan dan masyarakat Rinjani dalam kesempatan lain, serta doa agar semua sehat dan tetap menjaga persaudaraan.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Agam terkait penolakan tersebut.
Dengan adanya penolakan warga Sembalun dan klarifikasi Panji, rencana liputan tersebut semakin menuai sorotan. Masyarakat menekankan pentingnya penyelesaian masalah lama sebelum melibatkan kembali pihak-pihak terkait dalam kegiatan di kawasan Rinjani. (NTBPost/red.)

Komentar0