LOMBOK TIMUR, NTBPOST.COM – Semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. Hal itu terlihat dari inisiatif warga Cenget, Lingkungan Muhajirin, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, yang secara swadaya membuka akses jalan usaha tani menuju kawasan Cenget yang selama ini sulit dijangkau.
Pembukaan jalan tersebut dilakukan oleh warga bersama para petani yang tergabung dalam kelompok tani (Gapoktan). Selama bertahun-tahun, kawasan pertanian di Cenget mengalami keterbatasan akses sehingga menghambat mobilitas masyarakat maupun aktivitas pertanian.
Dengan semangat kebersamaan, warga rela menyumbangkan sebagian lahannya untuk mendukung pembangunan jalan. Luas tanah yang dihibahkan secara sukarela bervariasi, mulai dari 1 are hingga 6 are per pemilik lahan. Selain itu, dukungan juga datang dalam bentuk material bangunan, tenaga kerja, hingga penyediaan konsumsi bagi para pekerja gotong royong.
Jalan usaha tani yang sedang dikerjakan tersebut memiliki panjang sekitar 500 meter dengan lebar 3 meter. Keberadaan akses ini diharapkan dapat mempermudah petani mengangkut hasil pertanian sekaligus membuka keterisolasian kawasan yang berada tidak jauh dari pusat Kota Pancor.
Lurah Pancor, Rizki Galibra Pratama, mengatakan bahwa seluruh proses pembukaan jalan dilakukan murni atas inisiatif dan swadaya masyarakat tanpa mengandalkan pendanaan dari pemerintah.
“Kegiatan pembukaan jalan usaha tani ini murni berasal dari swadaya masyarakat. Sebelum pelaksanaannya, pihak kelurahan telah membentuk panitia pembebasan jalan usaha tani serta panitia pengadaan tanah untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) bagi warga Lingkungan Muhajirin dan sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Rizki, kebutuhan akses jalan dan lahan pemakaman menjadi perhatian masyarakat setempat. Selain membuka jalan usaha tani, warga juga berencana menyiapkan lokasi TPU baru karena akses menuju pemakaman yang ada dinilai cukup jauh, sementara kapasitas lahan pemakaman saat ini semakin terbatas.
Ia menambahkan, hasil koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah memberikan sinyal positif terhadap usulan masyarakat tersebut dan diharapkan dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.
Rizki menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan warga merupakan contoh nyata kepedulian sosial yang semakin jarang ditemukan, khususnya di kawasan perkotaan.
“Gotong royong seperti ini sangat langka, terlebih di tengah kota. Kami berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dapat terus dipertahankan dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” katanya. (NTBPost/Rizal)
Komentar0