Sistem terintegrasi ubah pola pengelolaan sampah konvensional jadi Green Hospital berkelanjutan
![]() |
| Ilustrasi, NTBPOST Multimedia |
MATARAM, NTBPOST.COM — RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menghadirkan inovasi SENOPATI (Sistem Pengendalian dan Pengolahan Sampah Terintegrasi) sebagai solusi atas krisis sampah nasional dan keterbatasan pembuangan ke TPA Kebon Kongo. Indonesia pada 2023 menghasilkan lebih dari 50 juta ton sampah, dengan lebih dari 60 persen belum dikelola optimal. Kondisi ini juga berdampak di NTB, termasuk di lingkungan rumah sakit, di mana sistem lama berbasis komposter belum maksimal karena lemahnya pengendalian, monitoring, dan pelaporan.
SENOPATI hadir dengan konsep mengubah pola konvensional kumpul-angkut-buang menjadi terstruktur kumpul-olah-kendali-laporkan. Sistem ini mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu pengolahan menggunakan Biopot sebagai komposter multifungsi sekaligus media tanam, pengendalian kepatuhan pemilahan sampah melalui aplikasi Sehati, serta pelaporan data pengelolaan secara real-time lewat aplikasi SiWalet.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc., menegaskan bahwa SENOPATI bukan sekadar inovasi teknis, melainkan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur dan berkelanjutan.
“Senopati bukan sekedar inovasi pengelolaan sampah, tetapi wujud komitmen RSUD H. Muhammad Ruslan untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Cara kerja SENOPATI dimulai dari pemilahan sampah langsung di sumber, kemudian diawasi petugas dengan aplikasi Sehati. Hasil monitoring dilaporkan secara digital melalui SiWalet. Sampah organik yang terpilah dibawa ke TPS3R untuk dicacah, lalu dimasukkan ke Biopot dengan tambahan tanah dan bioaktivator agar proses penguraian lebih cepat. Proses pengisian dilakukan berkelanjutan dengan evaluasi berkala.
Dampak nyata dari penerapan SENOPATI terlihat signifikan. Kepatuhan pemilahan sampah meningkat hingga lebih dari 80 persen, sementara volume sampah yang dibuang ke TPA berhasil ditekan sebesar 40 hingga 60 persen. Pelaporan menjadi lebih cepat, akurat, dan akuntabel. Selain itu, sistem ini menghasilkan produk bermanfaat seperti kompos, pupuk cair, dan media tanam produktif, sekaligus menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan inovasi SENOPATI, RSUD H. Moh. Ruslan tidak hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga memperkuat komitmen sebagai rumah sakit yang berorientasi pada mutu, keselamatan pasien, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Green Hospital. (NTBPost/red.)

Komentar0