Asisten digital all-in-one bantu pantau gizi, cairan, obat, dan edukasi gangguan ginjal
![]() |
| Multimedia NTBPOST |
MATARAM, NTBPOST.COM — Tingginya angka kematian pasien cuci darah yang diperkirakan mencapai 50.000 jiwa per tahun mendorong lahirnya inovasi Panglima Sigap di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram. Aplikasi ini dirancang sebagai asisten digital all-in-one untuk membantu pasien hemodialisis mengelola kesehatan mandiri secara lebih efektif.
Pasien dialisis kerap menghadapi kesulitan menjaga keseimbangan tubuh, mulai dari kelebihan cairan yang berisiko menimbulkan komplikasi jantung, kebingungan memilih nutrisi rendah kalium, fosfor, dan natrium, hingga fragmentasi data medis yang tidak terdokumentasi dengan baik. Hambatan komunikasi juga membuat pasien kesulitan melaporkan keluhan harian secara sistematis saat kontrol.
Melalui Panglima Sigap, pemantauan mandiri menjadi lebih mudah. Aplikasi ini menyediakan peringatan dini kelebihan cairan, edukasi diet spesifik makanan Indonesia, serta digitalisasi rekam medis dalam genggaman. Komunikasi dengan tenaga medis juga lebih efektif melalui fitur ekspor laporan PDF sehingga dokter dapat memantau riwayat kesehatan pasien secara akurat untuk penyesuaian terapi.
Manfaat aplikasi bagi pasien antara lain memudahkan akses untuk memantau asupan cairan, berat badan, nutrisi, hasil laboratorium, dan obat-obatan dalam satu platform. Notifikasi otomatis akan muncul saat terjadi kenaikan berat badan drastis atau kelebihan konsumsi cairan, sehingga komplikasi dapat dicegah sebelum jadwal dialisis berikutnya.
Testimoni datang dari Dedi Iskandar, pasien hemodialisis di RSUD H. Moh. Ruslan.
“Alhamdulillah dengan adanya aplikasi ini, saya merasa terbantu asupan apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan, dan bagaimana caranya untuk menjaga asupan terutama minuman juga. Akhirnya saya tahu cairan yang masuk dan yang keluar biar tidak overload. Terima kasih dengan dibuatnya aplikasi ini,” ujarnya.
Dengan hadirnya Panglima Sigap, RSUD H. Moh. Ruslan menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi digital yang mendukung keselamatan pasien, meningkatkan kualitas hidup penderita ginjal, serta memperkuat pelayanan kesehatan berbasis teknologi di NTB. (NTBPost/red.)

Komentar0