51 Unit SPKLU Beroperasi, Konsumsi Listrik Naik Lebih dari 8 Kali Lipat
MATARAM, NTBPOST.COM — Pertumbuhan kendaraan listrik di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin pesat dan membuka peluang bisnis baru di sektor infrastruktur pengisian daya. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB kini mengajak pelaku usaha, pengelola pusat perbelanjaan, hotel, restoran, kawasan wisata, hingga pemilik lahan strategis untuk bermitra dalam penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa lonjakan penggunaan kendaraan listrik di NTB telah mendorong kebutuhan infrastruktur pengisian daya yang semakin besar.
“Pertumbuhan kendaraan listrik di NTB sangat masif. Karena itu PLN tidak bisa bekerja sendiri menyediakan infrastruktur. Kami membuka peluang kemitraan dengan masyarakat, badan usaha dan pihak-pihak terkait untuk penyelenggaraan layanan SPKLU,” katanya di sela-sela acara media gatring bersama jurnalis di Mataram, Selasa (23/06).
Menurut Sri, model kemitraan yang ditawarkan cukup sederhana. Mitra menyediakan lahan di lokasi strategis, sementara PLN menyiapkan perangkat SPKLU beserta dukungan teknis dan operasional. Skema ini dinilai mampu mempercepat penyebaran SPKLU sekaligus membuka peluang investasi baru bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke ekosistem kendaraan listrik.
“Hitung-hitungan bisnisnya sudah ada. Kami membuka peluang untuk siapa saja menjadi mitra,” tambahnya.
Lonjakan Konsumsi SPKLU
Data PLN menunjukkan penggunaan SPKLU di NTB meningkat tajam dalam setahun terakhir. Pada Mei 2025, konsumsi listrik tercatat 4.249,64 kWh, sementara pada Mei 2026 melonjak menjadi 32.522,42 kWh atau naik lebih dari delapan kali lipat.
Kenaikan ini menjadi indikator semakin banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat.
Infrastruktur SPKLU di NTB
Hingga Mei 2026, PLN telah mengoperasikan 51 unit SPKLU di 36 lokasi. Sebaran terbesar berada di Kota Mataram dengan 21 lokasi, disusul Bima enam lokasi, Selaparang lima lokasi, dan Sumbawa empat lokasi.
Meski jumlah tersebut sudah signifikan, PLN menilai masih perlu penambahan untuk mengantisipasi pertumbuhan kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang. Keberadaan SPKLU di lokasi strategis seperti pusat bisnis, kawasan wisata, hotel, rest area, dan jalur utama antarkota menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Sri Heny menambahkan, NTB memiliki prospek besar dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Selain didukung pertumbuhan sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat yang tinggi, NTB juga menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong penggunaan energi bersih.
Karena itu, PLN ingin melibatkan lebih banyak pihak dalam pembangunan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.
Dengan tren konsumsi SPKLU yang melonjak lebih dari 1.200% di bulan Maret 2026 dibanding tahun sebelumnya, NTB semakin menunjukkan kesiapan menjadi pionir transisi energi bersih di Indonesia. Kemitraan yang ditawarkan PLN diharapkan mempercepat penyebaran SPKLU sekaligus membuka peluang investasi baru bagi masyarakat dan dunia usaha. (NTBPost/red.)


Komentar0