Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Mataram Siaga Stroke: RSUD H. Moh. Ruslan Latih 350 Kader Jadi F.A.S.T Heroes

Workshop edukasi gejala stroke libatkan organisasi wanita se-Kota Mataram

MATARAM, NTBPOST.COM RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menggelar Workshop Mataram Siaga Stroke (F.A.S.T Heroes) sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengenali gejala stroke sejak dini. Kegiatan ini diikuti sekitar 350 peserta dari kader PKK, Forum Kader Kota Mataram, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan, serta perwakilan organisasi wanita se-Kota Mataram.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. N.K. Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp.FER., M.Kes., M.Sc., menegaskan bahwa kader dan organisasi wanita memiliki peran penting sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di tengah masyarakat. Peserta dibekali kemampuan mengenali gejala awal stroke, memahami pentingnya penanganan cepat, serta mengetahui alur aktivasi layanan kegawatdaruratan untuk mempercepat akses pasien menuju rumah sakit.

Workshop menghadirkan narasumber kompeten, yakni dr. Muhammad Fiarry Fikaris, M.Sc. dengan materi FAST Cadre and Heroes, dr. Setiawati Asih Putri, Sp.N(K), M.Kes., FINA dengan materi pengenalan stroke, serta Tim PSC 119 Kota Mataram yang memberikan sosialisasi layanan PSC dan Emergency Button. Peserta mendapatkan edukasi tentang deteksi dini stroke, konsep Face, Arm, Speech, Time (F.A.S.T), hingga tata cara menghubungi layanan darurat.

Perwakilan Angels Initiative Indonesia, Jidin Abdullah, S.Far., MBA, menyampaikan apresiasi atas komitmen RSUD H. Moh. Ruslan dalam pengembangan layanan stroke. Menurutnya, rumah sakit ini telah menerapkan Code Stroke sebagai sistem percepatan penanganan pasien stroke dan menjadi salah satu rumah sakit dengan pelayanan stroke yang terintegrasi dan berkualitas.

Kegiatan dibuka resmi oleh Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, S.Sos., yang mengapresiasi langkah RSUD H. Moh. Ruslan memperkuat edukasi kesehatan berbasis masyarakat. Ia menekankan bahwa stroke masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan, sehingga kemampuan masyarakat mengenali gejala awal dan bertindak cepat menjadi kunci penyelamatan pasien.

Selain pemaparan materi, workshop juga diisi dengan diskusi interaktif dan simulasi penanganan stroke yang dipandu Tim PSC 119 Mataram Emergency Medical Service (MEMS). Peserta diajak memahami langkah-langkah praktis saat menemukan seseorang dengan gejala stroke agar segera memperoleh pertolongan medis yang tepat.

Melalui Workshop Mataram Siaga Stroke, para kader dan organisasi wanita diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan edukasi tentang gejala stroke hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami tanda-tanda stroke dan pentingnya penanganan cepat, diharapkan terwujud Kota Mataram Siaga Stroke yang responsif, tanggap, dan mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa. (NTBPost/red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.