Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Kolaborasi Peneliti UIN Mataram Dalam Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Halal-Green Di Indonesia



Mengusung pendekatan Pentahelix, tim peneliti UIN Mataram yang diketuai Prof. Dr. Muh. Salahuddin tengah mengembangkan model “Halal Integrated Green Index” untuk mendukung tata kelola desa wisata di Indonesia. Riset ini dibiayai melalui program MoRA The AIR Funds, hasil kolaborasi Kementerian Agama dan LPDP. 

Sebagai bagian dari proses konstruksi model, tim peneliti melakukan rihlah akademik ke Bandung untuk menghimpun data dan memperoleh masukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada 23 April 2026.

Kegiatan tersebut juga turut melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan UMKM. Dimana, dalam kegiatan FGD tersebut, dapatmemperoleh masukan dan pandangan dari para peserta mengenai berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan dalam membangun model Halal Integrated Green Index (HI-GREEN Index). Model ini dirancang sebagai instrumen yang mengintegrasikan perspektif  halal tourism dan green economy dalam pengembangan desa wisata di Indonesia. 

Pembahasan dalam FGD diarahkan pada bagaimana berbagai aspek tersebut dapat diterjemahkan ke dalam indikator yang relevan dengan kondisi desa wisata. Perspektif peserta diharapkan dapat membantu memastikan bahwa indikator yang dikembangkan tidak hanya memiliki dasar konseptual, tetapi juga memiliki relevansi dengan praktik pengelolaan desa wisata di lapangan.

Keterlibatan pengelola desa wisata menjadi penting karena mereka memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai persoalan pengembangan destinasi. Sementara itu, pelaku UMKM memberikan perspektif mengenai aktivitas ekonomi masyarakat dan peluang penguatan usaha lokal melalui kegiatan pariwisata. Akademisi memberikan kontribusi dalam memastikan konstruksi model memiliki landasan konseptual dan metodologis yang memadai. 

Melalui kegiatan FGD ini, penelitian HI-GREEN diharapkan dapat menghasilkan sebuah model pengukuran yang mampu memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai kondisi desa wisata. Integrasi antara pariwisata halal dan ekonomi hijau diharapkan dapat menjadi pendekatan untuk mendorong pengembangan desa wisata yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keterlibatan masyarakat.

Hasil FGD selanjutnya menjadi salah satu bahan dalam penyempurnaan konstruksi HI-GREEN Index sebelum memasuki tahapan penelitian berikutnya. Model yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mengidentifikasi kondisi, kekuatan, serta aspek yang masih perlu diperkuat dalam pengembangan desa wisata halal dan berkelanjutan di Indonesia.

Komentar0

Type above and press Enter to search.