Drone bawah air misterius ditemukan di jalur strategis Gili Trawangan
![]() |
| Komandan Lanal Mataram, Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo. Drone bawah laut yang diduga milik Negara Tiongkok ditemukan nelayan di perairan kawasan Gili Trawangan. |
Nelayan bernama Haryanto (28) menemukan benda tersebut terapung sekitar 10 mil dari daratan pada pukul 08.00 WITA. Tim gabungan segera mengevakuasi benda berdiameter 65 cm itu ke daratan dan membawanya ke Markas Komando Lanal Mataram dengan pengawalan ketat Polisi Militer.
Pemeriksaan awal oleh Tim Gegana Polri memastikan objek tersebut bukan bom atau bahan peledak. Namun, dengan panjang hampir 4 meter, benda ini diduga kuat merupakan perangkat teknologi bawah air dengan fungsi navigasi dan pemindaian.
TNI AL kini berkoordinasi dengan Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) di Jakarta untuk melakukan identifikasi lebih lanjut, guna memastikan apakah perangkat tersebut digunakan untuk riset ilegal atau spionase maritim. Komandan Lanal Mataram, Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo, menegaskan sikap tegas TNI AL terhadap temuan ini.
“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas tanpa izin, termasuk penggunaan perangkat bawah air oleh pihak yang tidak berkepentingan di wilayah laut kita,” tegasnya, Rabu (08/04).
Pihak militer menekankan bahwa setiap aktivitas ilegal di laut Indonesia akan ditindak tegas sesuai prinsip zero tolerance demi menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan nasional.
Pada berita sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, penemuan benda mirip drone bawah laut dengan tanda Tiongkok bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2021 nelayan di Selayar, Sulawesi Selatan menemukan benda serupa. Maret 2025 warga Kuala Terengganu, Malaysia menemukan drone bawah laut di pantai Seberang Takir. Januari 2025 nelayan Filipina Tengah menemukan drone bawah laut Sea Wing “Haiyi” buatan Tiongkok. September 2025 penjaga pantai Filipina kembali menemukan drone bawah laut yang disebut bagian dari laboratorium bawah laut ilegal.
Tulisan “CSIC” pada badan drone tersebut merujuk pada China Shipbuilding Industry Corporation, konglomerat pertahanan Tiongkok yang mengembangkan teknologi kapal selam dan drone bawah laut. Sementara tulisan beraksara China yang ditemukan pada benda serupa sebelumnya, seperti “ç¬¬ä¸ƒç ”ç©¶æ‰€”, berarti Institute No.7, bagian dari China Electronics Technology Group Corporation (CETC) yang fokus pada riset radar, komunikasi elektronik, dan teknologi maritim.
Drone bawah laut ini umumnya berfungsi sebagai alat observasi dan survei kelautan, dengan kemampuan mengumpulkan data oseanografi, pemetaan dasar laut, hingga fungsi strategis dalam operasi militer seperti sistem Anti-Access/Area Denial (A2/AD).
Hingga berita ini diturunkan, benda tersebut masih diamankan di Mako Lanal Mataram dan menunggu pengiriman ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aparat mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan di perairan. (NTBPost/Red.)

Komentar0