Pemprov NTB dan BPS sinergi sukseskan Sensus Ekonomi Nasional 2026
![]() |
| Audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB di Ruang Kerja Gubernur. Foto: Istimewa |
MATARAM, NTBPOST.COM — Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya data akurat sebagai fondasi utama pembangunan daerah, Selasa (17/3).
Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB di Ruang Kerja Gubernur. Pertemuan membahas penguatan sinergi antara Pemprov NTB dan BPS dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional 2026, sebagai ikhtiar pemutakhiran data sosial ekonomi guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Gubernur Miq Iqbal menekankan bahwa kualitas data menjadi faktor penentu keberhasilan program pembangunan, termasuk dalam upaya menurunkan angka kemiskinan.
“Data itu fondasi. Kalau datanya tidak akurat, maka kebijakan kita juga berpotensi tidak tepat. Karena itu, saya minta pendataan ini dilakukan dengan baik dan melibatkan masyarakat lokal agar konteks di lapangan tidak salah ditangkap,” tegasnya.
Menurut Gubernur, pembelajaran dari pendataan sebelumnya menunjukkan pentingnya menghadirkan data yang tidak hanya valid secara angka, tetapi juga sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Pelibatan tenaga lokal dinilai penting untuk meminimalkan kesalahan klasifikasi, termasuk dalam penentuan kategori kemiskinan.
Selain itu, Miq Iqbal menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi publik dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan sensus.
“Kita perlu menyampaikan pentingnya sensus ini dengan cara yang lebih membumi. Bisa melalui pendekatan cerita atau kasus nyata, sehingga masyarakat paham kenapa data ini penting dan mau berpartisipasi aktif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus kali ini dilakukan dengan pendekatan lebih komprehensif dibandingkan sebelumnya. Seluruh wilayah akan didata secara menyeluruh tanpa membedakan daerah konsentrasi maupun non-konsentrasi. Data yang dihimpun juga akan langsung terintegrasi dalam sistem untuk pembaruan secara real time.
“Pendataan dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya langsung terhubung dalam sistem, sehingga pembaruan data dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS NTB akan merekrut sekitar 5.000 petugas dari unsur masyarakat desa dan mahasiswa. Proses rekrutmen dilakukan secara terbuka melalui aplikasi resmi, serta melibatkan rekomendasi dari pemerintah desa guna memastikan kualitas dan pemahaman petugas terhadap kondisi lapangan.
Pemprov NTB juga menyatakan komitmennya mendukung pelaksanaan sensus melalui penerbitan surat edaran kepada pemerintah kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sosialisasi serta memfasilitasi pendataan hingga ke tingkat desa.
Selain sensus ekonomi, BPS NTB juga tengah melaksanakan berbagai penugasan strategis lainnya, termasuk verifikasi data penerima bantuan sosial dan subsidi listrik agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa pemutakhiran data akurat akan menjadi dasar penting dalam meningkatkan efektivitas program pembangunan di NTB.
“Dengan data yang lebih baik, kebijakan yang kita ambil ke depan akan semakin tepat, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (NTBPost/Red.)

Komentar0