Strategi pola makan sehat agar ibadah tetap nyaman
MATARAM, NTBPOST.COM — Menjalani ibadah puasa Ramadan bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) sering menimbulkan dilema. Pola makan berubah, perut dibiarkan kosong terlalu lama, hingga kalap makan saat berbuka dapat memicu naiknya asam lambung. Namun, bukan berarti penderita GERD tidak bisa berpuasa. Dengan strategi yang tepat, puasa justru bisa menjadi momen memulihkan kondisi lambung.
Direktur Utama RSUD H. Moh. Ruslan melalui dokter spesialis penyakit dalam, dr. Larangga Gempa B, Sp.PD, FINASIM, F. Onkologi, membagikan sejumlah tips praktis agar penderita GERD tetap dapat berpuasa dengan nyaman.
Menurutnya, sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi putih atau nasi merah, protein dari telur rebus, ikan, atau daging, serta serat dari sayuran hijau yang minim gas.
“Perlu menghindari makanan berlemak tinggi seperti gorengan, jangan lupa minum obat GERD 30 menit sebelum makan, dan yang terpenting hindari makanan pedas dan kecut,” jelas dr. Larangga.
Saat berbuka, ia menyarankan untuk memulai dengan air putih dan buah secukupnya seperti kurma atau semangka.
“Komposisi karbohidrat, protein, lemak, dan serat sama dengan saat sahur. Minum obat GERD 30 menit sebelum makan besar, hindari makanan pedas, asam, serta minuman bersoda,” katanya.
Selain itu, penderita GERD dianjurkan mengonsumsi obat golongan antasida atau H2 blocker. Jika gejala muncul saat berpuasa, bisa beristirahat, melakukan kompres hangat di perut, atau menggunakan minyak angin.
“Namun jika gejala memberat, sebaiknya membatalkan puasa. Dalam ajaran Islam, boleh membatalkan puasa jika sakit tidak tertahan. Paling aman juga konsumsi vitamin B kompleks apapun merknya,” tutupnya.
Dengan pengaturan porsi, pemilihan menu yang tepat, serta kebiasaan makan yang lebih terkontrol, penderita GERD tetap bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan nyaman tanpa gangguan asam lambung. (NTBPost/Red.)

Komentar0