GERAM Tuntut Evaluasi Program Bawang Putih
![]() |
| Hamparan pertanian komoditas bawang putih warga Sembalun. Foto: NTBPOST |
SEMBALUN, NTBPOST.COM — Menyambut kedatangan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Sembalun, Senin (09/02/2026), warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Melawan Korupsi (GERAM) Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana menggelar aksi unjuk rasa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun NTBPOST.COM, aksi ini dipimpin oleh koordinator lapangan, Ahmadi, dengan membawa sejumlah tuntutan terkait pelaksanaan program bawang putih di wilayah tersebut.
Adapun tuntutan aksi yang akan disuarakan GERAM NTB antara lain:
1. Mendesak Kementerian Pertanian RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Bawang Putih di Kecamatan Sembalun, mulai dari perencanaan, distribusi bantuan, hingga hasil panen.
2. Menuntut transparansi dan keterbukaan data terkait luas lahan, jumlah produksi, gudang penyimpanan, alur distribusi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam program bawang putih.
3. Meminta penghentian praktik-praktik yang merugikan petani, termasuk dugaan monopoli, ketimpangan akses, serta kebijakan yang tidak berpihak pada petani lokal.
4. Mendesak adanya pengawasan ketat dan independen terhadap program bawang putih agar terhindar dari penyimpangan, penyalahgunaan kewenangan, dan potensi tindak korupsi.
5. Menuntut agar petani Sembalun dijadikan subjek utama, bukan sekadar objek program, dengan melibatkan mereka secara aktif dalam pengambilan kebijakan dan pengelolaan hasil produksi.
6. Meminta kepastian keberlanjutan program yang jelas, terukur, dan berpihak pada kesejahteraan petani, bukan sekadar program seremonial atau kepentingan kelompok tertentu.
7. Mendesak penegakan hukum yang tegas apabila ditemukan pelanggaran atau indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan Program Bawang Putih di Sembalun.
Kunjungan Menteri Amran ke Sembalun dijadwalkan berlangsung dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan program pertanian di kawasan sentra bawang putih tersebut. (NTBPost/Red.)

Komentar0