Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Bau Nyale Ribuan Warga Padati Pantai Seger, Kecewa Tidak Balik Modal Hasil Tangkapan Zong

Gubernur Iqbal Sambut Antusias Warga di Tengah Hujan  

Suasana ribuan warga yang tumpah ruah memadati pantai seger dalam event bau nyale. Foto: NTBPost/Riki.
LOMBOK TENGAH, NTBPOST.COM — Ribuan warga dari berbagai daerah tumpah ruah mendatangi Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah untuk mengikuti tradisi Bau Nyale, Mereka berbondong-bondong turun ke pantai sejak malam hingga dini hari untuk menangkap nyale cacing laut dalam bahasa Sasak yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.  

Namun, banyak warga mengaku kecewa karena hasil tangkapan tidak sesuai harapan.  

“Kecewa sekali, saya kira akan dapat banyak malam ini, namun zong,” kata salah satu pengunjung.  Minggu (08/02/2026).

Selain mengungkapkan kekecewaannya, warga juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap penentuan tanggal Bau Nyale atau sangkep warige.  

“Coba evaluasi penentuan sangkep warige ini, karena dari tahun kemarin seperti ini saja,” geramnya.  

Ia menuturkan sudah menghabiskan biaya puluhan ribu rupiah untuk menangkap nyale, namun hasilnya sangat minim.  

“Kalau ini tidak balik modal sih, harga sorok 10, senter 30, bensin 20,” gumamnya.  

Semenara itu, di tengah suasana ribuan warga yang memadati pantai, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal hadir memberikan sambutan hangat meski diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Kehadiran gubernur disambut antusias masyarakat yang tetap bertahan di lokasi.  

“Saya ucapkan terima kasih kepada warga semua yang sudah datang jauh-jauh untuk memeriahkan acara Pesona Bau Nyale 2026,” katanya.  

Iqbal menegaskan bahwa Bau Nyale bukan sekadar tradisi menangkap cacing laut, melainkan bagian dari kearifan lokal masyarakat Lombok. Ia menyinggung legenda Putri Mandalika yang rela mengorbankan dirinya dengan melompat ke laut agar tidak dimiliki oleh satu orang saja, melainkan menjadi milik seluruh masyarakat.  

“Ini bukan hanya sekadar menangkap nyale, namun menjadi kearifan lokal yang harus kita jaga bersama,” jelasnya.  

Selain warga lokal, sejumlah wisatawan asing juga terlihat hadir dan berencana ikut menangkap nyale saat waktu subuh, menambah semarak tradisi tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Lombok Tengah.  (NTBPost/Riki.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.