Penguatan Infrastruktur, Kesiapsiagaan Personel, dan Transformasi Layanan Digital
![]() |
| Petugas PLN saat memeriksa keandalan jaringan. Foto: Istimewa |
Rangkaian pekerjaan meliputi pengujian tahanan isolasi, pengujian tahanan kontak, pengujian keserempakan, serta pembersihan Pemutus Tenaga (PMT). Seluruh pekerjaan dilakukan sesuai SOP dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja.
Manager UP2D NTB, Faris Fitrianto, menegaskan bahwa pemeliharaan preventif ini merupakan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan, khususnya pada periode Ramadan yang memiliki karakteristik beban khusus.
“Kami memastikan seluruh peralatan distribusi dalam kondisi prima agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa gangguan listrik,” ujarnya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menambahkan bahwa keandalan listrik selama Ramadan menjadi prioritas utama perusahaan.
“PLN UIW NTB berkomitmen menghadirkan Ramadan yang nyaman tanpa kedip melalui penguatan infrastruktur, pemeliharaan intensif, serta kesiapsiagaan personel di seluruh lini,” kata Sri Heny.
Ia menjelaskan bahwa PLN telah menyiapkan langkah strategis menyeluruh, mulai dari penguatan jaringan transmisi dan distribusi, kesiapan pembangkit, hingga pemantauan sistem secara real time. Selain itu, PLN juga menyiagakan petugas selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi gangguan, terutama pada waktu sahur dan berbuka puasa.
PLN UIW NTB turut mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PLN Mobile agar pelanggan lebih mudah mengakses layanan dan melaporkan gangguan. Transformasi layanan ini diharapkan memberikan pengalaman pelanggan yang cepat, mudah, dan andal.
Melalui langkah proaktif ini, PLN UIW NTB menegaskan perannya sebagai tulang punggung ketenagalistrikan di Nusa Tenggara Barat, sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. (NTBPost/Red.)

Komentar0