Pemerintah Imbau Masyarakat Tenang dan Berbelanja Bijak
![]() |
| Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat inspeksi harga bapok disalah satu pasar tradisional di Kota Mataram. Foto: Istimewa |
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap adanya kenaikan harga. Namun, berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan data resmi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), kenaikan tersebut bersifat fluktuatif dan tidak merata di seluruh pasar.
“Memang ada kenaikan harga cabai rawit merah, tetapi tidak terjadi secara umum di seluruh pasar besar di Pulau Lombok hingga Rp200 ribu per kilogram,” jelas Aka, sapaan akrab Ahsanul Khalik. Minggu, (22/02).
Ia merinci, di Pasar Mandalika Bertais harga cabai rawit merah sempat naik dari Rp100 ribu menjadi Rp170 ribu per kilogram, lalu turun kembali ke Rp120 ribu pada hari ini. Sementara di Pasar Masbagik, Pasar Paok Motong, dan Pasar Renteng Praya, harga masih berada di kisaran Rp120 ribu–Rp150 ribu per kilogram.
Di Kota Mataram, harga Rp200 ribu per kilogram sempat ditemukan di Pasar Dasan Agung sehari setelah ramai pemberitaan, namun tidak terjadi di pasar-pasar lainnya. Menurut Aka, angka Rp200 ribu umumnya berasal dari pedagang keliling yang menjual cabai Rp50 ribu per seperempat kilogram, sehingga jika dikalkulasikan setara Rp200 ribu per kilogram.
Aka menjelaskan, kenaikan harga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan, kondisi panen yang belum merata akibat cuaca, serta dinamika distribusi. Situasi seperti ini hampir selalu terjadi setiap tahun pada bulan puasa.
Ia mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari pengepul hingga pedagang, untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan momentum dengan menaikkan harga secara tidak wajar.
“Mari kita jaga harga tetap logis dan terjangkau, agar masyarakat bisa menjalani ibadah dengan tenang,” ujarnya.
Pemprov NTB menegaskan akan terus melakukan pemantauan harian harga bahan pokok, berkoordinasi dengan kabupaten/kota, serta menyiapkan langkah intervensi bila diperlukan, termasuk melalui pasar murah dan penguatan distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan berbelanja secara bijak. Pemerintah hadir, memantau, dan berupaya menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan bagi seluruh warga NTB,” pungkasnya. (NTBPost/Red.)

Komentar0