Ketua Mandalika Hotel Association (MHA), Samsul Bahri, menyebut lonjakan okupansi tidak lepas dari promosi intensif yang dilakukan sejak peluncuran Pesona Bau Nyale 2026 sekitar satu bulan lalu.
“Alhamdulillah antusias wisatawan sangat tinggi, dan bahkan ada beberapa bule dikirim khusus untuk mendokumentasikan budaya Bau Nyale ini,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Menurut Samsul, dua malam menjelang pelaksanaan event, rata-rata tingkat hunian hotel sudah mencapai 90 persen. Ia optimistis okupansi akan menyentuh 100 persen pada malam puncak Bau Nyale.
Wisatawan mancanegara disebut masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan dengan persentase sekitar 70 persen, sementara wisatawan domestik mencapai 30 persen. Turis asal Eropa mendominasi kunjungan tahun ini.
“Wisatawan Eropa cukup banyak karena momen liburan mereka bertepatan dengan Bau Nyale. Bahkan dari hasil pertemuan dengan Angkasa Pura, kunjungan wisatawan Eropa disebut meningkat sekitar 30 persen berdasarkan data internal mereka,” katanya.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat hunian hotel tahun ini dinilai lebih tinggi. Hal tersebut dipicu promosi yang lebih gencar serta adanya berbagai side event budaya Sasak seperti peresean, karnaval Putri Mandalika, hingga penampilan band nasional yang membuat eksposur Bau Nyale semakin luas.
Samsul menambahkan, dampak positif tidak hanya dirasakan sektor perhotelan, tetapi juga pelaku UMKM di kawasan KEK Mandalika. Ia berharap ke depan event Bau Nyale dapat terus mengangkat marwah budaya lokal dengan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
“Kami dari Mandalika Hotel Association mengajak seluruh masyarakat NTB untuk bersama-sama menyukseskan Bau Nyale. Ini adalah event budaya kita yang harus terus dijaga dan dibesarkan,” tutupnya.
(NTBPost/Red.)

Komentar0