![]() |
| Peserta yang berhasil finis pada ajang Merumatta Coast Trail 2026. Foto:NTBPOST |
General Manager Merumatta Senggigi Lombok, Oji Fahrurrazi, menegaskan bahwa dampak paling nyata dari event ini adalah melonjaknya hunian hotel di Senggigi.
"Jumlah peserta melebihi tahun lalu. Kalau tahun lalu enam ratusan, tahun ini 765. Februari dipilih karena low season, dan efeknya hotel penuh, bahkan hotel-hotel sekitar ikut merasakan dampaknya," ujarnya, kepada awak media usai kegiatan berlangsung.
Ia menambahkan bahwa event ini bukan hanya sekadar lomba lari, tetapi juga strategi untuk menghidupkan Senggigi di tengah sepinya kunjungan wisata.
"Satu yang pasti, hotel saya penuh. Efeknya bukan hanya di Merumatta, tapi juga hotel-hotel low budget di sekitar Senggigi ikut terisi. Restoran dan usaha kecil di sekitar kawasan juga merasakan dampaknya," terangnya.
Selain peningkatan jumlah peserta, event tahun ini menghadirkan jalur baru di kategori 5 km, 15 km, 25 km, dan 50 km. Jalur tersebut dirancang lebih menantang, termasuk lintasan pasir yang harus dilalui dua kali serta jalur teknis berbukit. Panitia juga memperkenalkan sistem pemantauan real-time yang memungkinkan posisi pelari dipantau melalui monitor di pos-pos tertentu. Start dimulai pukul 01.00 WITA dan berakhir pada pukul 16.00 WITA .
"Ini kemajuan besar. Peserta bisa tahu sudah sampai mana, dan banyak yang surprise dengan sistem ini. Tidak banyak event yang punya sistem seperti ini, jadi ini menjadi nilai tambah bagi Merumatta Coast Trail," imbuhnya.
Race Director, Sigit Santoso, menambahkan bahwa jalur baru memberi tantangan teknis yang membuat banyak pelari harus ekstra hati-hati.
"Rute baru ini lumayan menantang. Walaupun ditambah 30 menit batas waktu, prosentase finish hanya sekitar 60%. Tahun lalu bisa 100% di 8K, sekarang banyak yang over cut off time," jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kategori 25K menjadi yang paling banyak diminati peserta. Rentang usia pelari pun beragam, mulai dari 18 tahun hingga 60 tahun lebih, dengan dominasi pelari muda. Menariknya, komunitas lari dari Jepang kembali hadir setelah beberapa tahun absen, menambah warna internasional pada event ini.
"Ada juga pelari kelas Asia yang pernah juara 250K, Leandro Senpai. Dari Banyuwangi pun ada juara yang bisa bersaing dengan pelari internasional," tambahnya.
Event ini menegaskan bahwa sport tourism mampu menghidupkan Senggigi di masa low season. Hunian hotel meningkat tajam, restoran dan layanan pendukung pariwisata ikut merasakan lonjakan permintaan. Dengan jalur baru, sistem canggih, dan peserta lintas negara, Merumatta Coast Trail 2026 bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga strategi efektif mendongkrak ekonomi lokal dan memperkuat citra Senggigi sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. (NTBPost/Red.)


Komentar0