Ratusan paket takjil dibagikan kepada masyarakat sekitar kampus, menjadi wujud kepedulian mahasiswa di bulan Ramadan.
MATARAM, NTBPOST.COM — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (BEM FIK) Universitas Nahdlatul Wathan Mataram menggelar aksi berbagi takjil di depan kampus. Kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas mahasiswa dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan.
Sejak sore hari, para mahasiswa dan mahasiswi bersiaga di tepi jalan, membagikan ratusan paket takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, pejalan kaki, hingga warga sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Paket berisi kurma, air mineral, kue tradisional, serta makanan ringan untuk membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan saat adzan Maghrib berkumandang.
Meski hujan sempat mengguyur kawasan kampus, semangat para mahasiswa tidak surut. Dengan mengenakan jas hujan dan tetap tersenyum, mereka memastikan setiap paket tersalurkan dengan tertib dan aman.
Ketua kegiatan, Aura Athiyah Anargia, menegaskan bahwa aksi ini juga menjadi ruang pembelajaran karakter bagi mahasiswa, khususnya calon tenaga kesehatan.
“Empati dan kepedulian adalah nilai dasar dalam dunia kesehatan. Melalui kegiatan ini, kami belajar untuk peka terhadap kondisi masyarakat,” ujarnya. Pada Selasa (24/2/2026).
Wakil Ketua kegiatan, Gina Atsna Calista, menambahkan bahwa aksi berbagi takjil merupakan bagian dari program kerja tahunan BEM FIK.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, meskipun cuaca kurang bersahabat. Ini bentuk komitmen kami sebagai mahasiswa untuk tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga berkontribusi sosial,” katanya.
Aksi berbagi takjil ini mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara mengaku terbantu, terutama mereka yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka. Beberapa warga bahkan menyampaikan apresiasi secara langsung kepada para mahasiswa.
Kegiatan yang diinisiasi BEM FIK UNW Mataram ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dalam ajaran Islam, memberi makan orang yang berpuasa diyakini mendatangkan pahala besar, sehingga Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian.
Melalui aksi sederhana namun penuh makna ini, mahasiswa Keperawatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram membuktikan bahwa kepedulian sosial tidak terhalang oleh cuaca. Semangat berbagi tetap menyala, menghadirkan manfaat nyata bagi sesama di bulan penuh berkah. (NTBPost/Red.)

Komentar0