![]() |
| Salah satu lokasi terdampak bencana alam banjir di Lombok Tengah. |
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Kominfotik sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa banjir merupakan dampak peristiwa hidrometeorologi akibat hujan berintensitas sangat tinggi, diperparah oleh kondisi daerah tangkapan air di wilayah hulu di luar kawasan KEK Mandalika. Limpasan air dan sedimentasi dari area tersebut meningkatkan debit aliran menuju wilayah hilir.
“Pemprov NTB menekankan bahwa peristiwa ini menjadi momentum penting untuk evaluasi lintas sektor. Pemerintah provinsi, pusat, serta kabupaten/kota akan mendorong sistem mitigasi bencana terpadu dengan integrasi pengelolaan daerah tangkapan air, tata air kawasan, serta pengendalian perubahan kontur lahan,” ujar Dr. Aka.
Selain penguatan infrastruktur, Pemprov NTB menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan jangka panjang melalui perlindungan kawasan hulu dan penataan sistem aliran air. Kepada wisatawan dan masyarakat, Pemprov NTB menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat cuaca ekstrem, seraya menekankan prioritas langkah antisipatif menyeluruh.
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola KEK Mandalika menegaskan kawasan telah dilengkapi sistem mitigasi hidrometeorologi, termasuk drainase terintegrasi, kolam retensi, eco-drainage, serta SOP tanggap darurat banjir. Seluruh pembangunan mengacu pada kajian AMDAL, RKL–RPL, dan mekanisme Design Committee yang melibatkan unsur pemerintah serta akademisi.
“ITDC siap berkolaborasi secara terbuka dan konstruktif bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pengembangan KEK Mandalika berjalan terintegrasi, inklusif, dan memberi manfaat nyata bagi daerah,” ujar PGS. General Manager The Mandalika, Agus Setiawan.
Dalam aspek teknis, ITDC berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I untuk percepatan normalisasi aliran air dan pembersihan material sedimen menggunakan alat berat, serta evaluasi kapasitas drainase eksisting.
Pemprov NTB bersama ITDC menegaskan penanganan banjir tidak bisa parsial, melainkan berbasis pendekatan terpadu melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketangguhan kawasan harus dibangun bersama. Ini bukan soal saling menyalahkan, melainkan komitmen kolektif menjaga Mandalika agar tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tegas Dr. Aka. (NTBPost/Red.)

Komentar0